แชร์

53. Aman?

ผู้เขียน: Zila Aicha
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-15 09:57:13
‘Itu tidak mungkin!’ pikir Kylan, yang benar-benar merasa hal itu terlalu mustahil untuk dilakukan.

Dia bahkan mengira bahwa mungkin dia tadi hanya salah dengar saja.

Akan tetapi, beberapa detik kemudian dia kembali mendengar Mikael berkata pada Arion, “Berapa pelurumu yang masih tersisa?”

Arion memeriksa pistolnya lalu mengangguk lemah, “Hanya tersisa 7.”

Hans kembali melirik ke arah layar monitor seakan sedang hitung sesuatu lalu kemudian dia menoleh ke arah Ayden, “ Kurasa itu sudah c
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Jenderal dari Laut Kematian    102. Sepuluh Prajurit Kelas 1

    Sean masih menatap lencana emas yang berada di tangan Raja Philip.Ruangan itu begitu sunyi hingga suara embusan napas terdengar jelas. Bahkan Neil Roth pun belum mengucapkan sepatah kata sejak tawaran itu keluar dari mulut sang raja.Mikael Avery memang sudah pergi agak lama. Tapi, selama ini sang raja tidak pernah sekalipun menyinggung soal itu. Philip melangkah satu langkah mendekat.“Bagaimana jawabanmu, Wakil Jenderal Henley?”Sean menundukkan kepala sejenak. Bukan karena ragu menerima perintah, melainkan karena dia memahami arti lencana itu lebih baik daripada siapa pun di ruangan ini.Jabatan Jenderal Perang bukan sekadar pangkat.Itu adalah simbol orang yang memimpin seluruh angkatan bersenjata Kerajaan Arans.Sean akhirnya mengangkat kepalanya.“Saya menerima perintah untuk mengganti tes ketujuh, Yang Mulia.”Philip mengangguk pelan.“Tetapi…” Sean menarik napas. “Saya menolak tawaran menjadi Jenderal Perang.”Ruangan seketika membeku.Neil membelalak lebih dulu.“Apa?”"Wa

  • Jenderal dari Laut Kematian    101. Perintah Baru Raja

    Ruang kerja Raja kembali tenggelam dalam keheningan.Sean Henley memandang Raja Philip selama beberapa detik.“Yang Mulia… apakah maksud Anda benar-benar ingin mengganti tes ketujuh secara total?” tanyanya hati-hati.Philip terdiam. Tatapannya tampak tenang, seolah pertanyaan itu sudah dipikirkannya jauh sebelum hari ini. Justru diamnya membuat Sean semakin yakin bahwa sang raja tidak sedang bercanda.Sean menarik napas pelan. “Kalau saya boleh menyampaikan pendapat, waktunya terlalu dekat, Yang Mulia”Neil melirik Sean tanpa berkata apa pun.Sean melanjutkan, “Babak keenam hampir selesai. Para komandan sudah menerima jadwal, logistik juga disiapkan berdasarkan rancangan awal. Jika tes terakhir diubah sekarang, seluruh divisi harus bekerja ulang.”“Itu berarti tidak mungkin?” tanya Philip.“Bukan tidak mungkin,” jawab Sean cepat. “Tetapi risikonya besar, Yang Mulia. Kesalahan kecil bisa membuat ujian menjadi tidak adil bagi para peserta.”Ruangan pun kembali sunyi.Neil Roth menutup

  • Jenderal dari Laut Kematian    100. Pertemuan yang Tidak Disengaja

    “Kenapa Yang Mulia memanggil Wakil Jenderal Henley?” ulang Kevin dengan nada pelan. “Jangan-jangan ada hubungannya dengan tes babak keenam?”Jay masih menatap pintu yang telah tertutup.Beberapa detik kemudian dia menggeleng, “Kurasa tidak.”Kevin mengangkat alis, “Kenapa kau begitu yakin?”“Karena tes keenam masih berlangsung.”Jay menyilangkan kedua tangannya.“Kalau Raja ingin membahas hasil ujian, seharusnya Floha Stone yang dipanggil lebih dulu. Dia komandan yang memimpin babak itu.”Kevin berpikir sejenak.Masuk akal.Sean Henley memang hadir di ruang pengawasan, tetapi bukan orang yang bertanggung jawab atas ujian laut.“Mungkin hanya laporan biasa,” lanjut Jay dengan tenang.Kevin akhirnya mengangguk. “Semoga saja.”Di sisi lain istana, Sean berjalan melewati koridor panjang menuju kediaman Raja Philip.Langkahnya tenang, tetapi pikirannya masih dipenuhi berbagai hal.Jake Styx.Mikael Summer.Dan kini panggilan mendadak dari Raja.Saat melewati taman dalam istana, seseorang m

  • Jenderal dari Laut Kematian    99. Kecurigaan

    Floha masih berdiri di geladak kapal perang sambil memandang Pelabuhan Exalos.Tatapannya belum beralih dari kapal selam nomor satu yang baru saja bersandar dengan tenang. Di antara para calon prajurit yang turun, sosok Mikael Summer masih menjadi orang yang paling menarik perhatiannya.“Senior.”Seorang prajurit kelas dua datang membungkuk di sampingnya.“Ambilkan berkas calon prajurit bernama Mikael Summer itu,” perintah Floha singkat.“Baik, Komandan.”Prajurit itu segera berlari menuju meja administrasi yang berada di sisi pelabuhan. Tidak lama kemudian, dia kembali membawa sebuah map berwarna cokelat.Floha menerimanya lalu langsung membuka halaman pertama.Nama, usia, tempat lahir, hingga riwayat pendidikan tertulis rapi di dalam berkas tersebut.Namun, semakin lama dia membaca, semakin dalam pula kerutan di dahinya.“Tidak ada?”Prajurit di sampingnya ikut bingung.“Ada yang salah, Komandan?”Floha membalik halaman berikutnya.Bagian riwayat pelatihan militer hanya berisi catat

  • Jenderal dari Laut Kematian    98. Pencapaian

    Kapal selam nomor satu berhasil berbelok tepat pada waktunya.Kapal nomor sembilan melintas sangat dekat di belakang mereka. Jarak kedua kapal bahkan hanya beberapa meter.Bam!Suara benturan terdengar dari bagian belakang kapal nomor satu. Tubuh kapal berguncang cukup keras, tetapi tidak sampai kehilangan kendali.Kylan langsung berusaha menstabilkan kapal.“Kita berhasil!”Ayden yang sejak tadi berpegangan pada kursi langsung berdiri.“Brengsek! Mereka sengaja melakukannya!”Rox menatap layar radar dengan wajah kesal.“Mereka jelas tidak mungkin tidak melihat kita.”Salah seorang calon prajurit lainnya ikut berbicara, “Jelas mereka sengaja.”Kylan menoleh ke belakang.Kapal nomor sembilan sudah bergerak menjauh. Tidak ada tanda bahwa mereka mengalami masalah setelah hampir menabrak kapal nomor satu.Ayden mengepalkan tangannya.“Kalau aku tahu siapa yang mengemudikan kapal itu, aku akan mengingat wajahnya.”Rox menghela napas.“Tenanglah.”“Bagaimana bisa tenang? Mereka hampir membu

  • Jenderal dari Laut Kematian    97. Kapal Musuh

    Mikael langsung melihat ke arah layar radar.Kapal besar itu semakin mendekat. Jarak mereka sudah terlalu dekat untuk melakukan manuver biasa.“Kylan, gunakan jalur kanan!”Kylan langsung menoleh, “Jalur kanan?”“Sekarang!”Kylan tidak sempat bertanya lagi. Dia langsung memutar kemudi ke arah kanan.Kapal selam nomor satu berguncang ketika arah gerak mereka berubah secara tiba-tiba. Beberapa calon prajurit yang berdiri di belakang langsung berpegangan pada kursi agar tidak terjatuh.Ayden hampir kehilangan keseimbangan.“Pegangan!”Rox berusaha mempertahankan posisinya sambil melihat ke arah layar.“Kita akan lewat mana, Mike?”Mikael menunjuk layar radar.“Ada celah di antara kapal besar itu dan kapal kecil di sebelah kanan.”Kylan menatap celah tersebut. “Tapi... celahnya sempit sekali!”“Aku tahu.”“Kalau sedikit saja salah arah, kita bisa menabrak mereka!”Mikael tetap tenang. “Karena itu aku akan memberitahumu kapan harus berbelok.”Kylan menarik napas panjang. “Baiklah kalau beg

  • Jenderal dari Laut Kematian    2. Pria yang Malang

    Meskipun Mikael ingin segera mencari tahu soal itu, dia tentu tidak bisa melakukannya saat itu juga. Dia masih harus menyesuaikan diri dengan tubuh barunya dan mempelajari area baru di sekitarnya.Dia tidak tahu waktu saat itu dan tidak tahu apa yang telah terjadi ataupun sedang terjadi di dunia. D

  • Jenderal dari Laut Kematian    1. Kehidupan Baru

    Mikael Avery merasa kepalanya begitu sakit, sedang sekujur tubuhnya juga terasa kaku. Ditambah lagi, matanya pun terasa berat untuk dibuka.“Dokter, apa dia sudah mati?” suara dingin terdengar olehnya.‘Suara siapa ini?’ Mikael hanya bisa berkata dalam hati.Dikarenakan dia belum bisa memberikan rea

  • Jenderal dari Laut Kematian    6. Dia Bukan Mikael!

    Mikael tidak menjawab pertanyaan istrinya dan malah tersenyum misterius. Pria itu menoleh ke arah mertua laki-lakinya, “Tuan Brown, sebaiknya kau segera mencari jam tangan tua milikku itu. Kalau tidak, kau … mungkin tidak akan berani membayangkan apa yang bisa aku lakukan.”Setelah berkata demikian

  • Jenderal dari Laut Kematian    5. Itu Milikku!

    “Habisi dia!” Liza Brown yang berdiri di belakang suaminya ikut menyemangati beberapa pengawal itu.Wanita itu terlihat tidak sabar melihat menantu laki-lakinya itu terbunuh.Sementara Mikael dengan santai malah menoleh ke arah istrinya, “Jenna, keluargamu sampai berbuat seperti ini hanya karena ing

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status