Selepas meeting kecil-kecilan itu, Alena langsung bangkit beranjak keluar karena setelah itu ia sudah membuat janji dengan Leana untuk mengunjungi sebuah butik ternama yang nantinya akan ia jadikan sebagai salah satu koleksi gaun pernikahannya.Ia berjalan keluar bersama ke-dua pria tadi. Tapi ketika di tengah-tengan front office, Alena berhenti. Gawainya bergetar ada panggilan masuk."Ada apa, Alena?" tegur Danu"Pak Danu, sebentar... Sahabat saya telfon." Alena maju selangkah, lalu segera menjawab panggilan Leana. "Iya, apa, Le?""Al, duh maaf banget ya. Kayaknya aku nggak bisa anterin kamu ke Butik deh. Kamu berangkat sama Leon saja gimana? Soalnya hanya dia yang tahu tempatnya," kata Leana merasa bersalah.Alena menelan ludah. Ia melirik Leon sekilas, sangat menyebalkan jika kemana-mana bersama singa jantan itu. Oh tidak, duniaku bisa-bisa hancur, batin Alena meredam emosionalnya."Le, kamu yang benar saja dong. Masak aku per
Read more