Bi Ida cukup tersentak ketika kedatangannya tanpa membawa secangkir kopi. Ia mengerjab pelan, hawa dingin masih menyelimuti sikap Majikannya - Papa Gino. "Bi, kenapa kok kayak orang habis di Intimidasi, gugup banget," senggol Mama Lusy di iringi tawa ledekan. "Oh, I-iya, Bu... Ini saya mau tanya Bapak dulu, kopi tawar atau pakai gula dikit? Soalnya Bapak 'kan jarang ngopi," ucap Bi Ida mencoba baik-baik saja. Papa Gino hanya berkata cukup singkat. Namun sikapnya ta sedingin saat mengintimidasi Bi Ida. "Gulanya sedikit saja, Bi. Ya sudah, ayo kita sarapan, Ma." Bi Ida bergegas kembali ke dapur. Menghembuskan napasnya yang sejak tadi tertahan di tenggorokan. Ia masih tak menyangka, dibalik gemerlap harta, sikap kasih sayang seorang suami kepada Istrinya, sikap peduli dan perhatian Ayah kepada putra putrinya, semua itu seperti topang yang kapan saja dapat di pakai-lepas.
Read more