ホーム / Male Adult / Marlon Menantu Terhebat / BAB 104: MANUSIA BERHATI MALAIKAT 

共有

BAB 104: MANUSIA BERHATI MALAIKAT 

last update 公開日: 2026-07-17 20:32:13

“Marlon...!” jerit Erinka melihat suaminya tergeletak di tanah sambil memegangi perutnya yang mengeluarkan darah. Ia coba berlari mendekati arena, tetapi dengan sigap beberapa sipir menghadangnya.

“Minggir kalian...!” teriak Erinka saat petugas menghadangnya.

“Maaf Ibu, tidak dibenarkan untuk mendekat,” jelas seorang sipir.

“Kamu pikir aku bisa duduk diam melihat suamiku terluka seperti itu! Dimana otak kalian!” bentak Erinka penuh amarah.

“Kami hanya menjalankan perintah, tidak ada seorang pun
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 192: PENGABDIAN PENUH GAIRAH (21+)

    Marlon memosisikan dirinya dalam keadaan terbaring telentang sepenuhnya di atas bantal. Kedua lengan kekarnya yang berotot diangkat ke atas, lalu ditekuk dengan kedua telapak tangan bertumpu dengan nyaman di bawah kepala sebagai sandaran. Posisi ini memberikan keleluasaan penuh bagi Erinka untuk memegang kendali penuh atas apa yang akan dilakukannya terhadap tubuh sang suami malam itu. Dari posisinya, Marlon menyaksikan dengan tatapan mata yang menggelap oleh gairah saat Erinka mulai memberikan pelayanan yang penuh keintiman itu. Jemari lentik Erinka mulai bergerak, menyentuh dengan sangat lembut pangkal kejantanan milik Marlon yang berdenyut kencang, memberikan pijatan-pijatan kecil yang membuat Marlon spontan mendesah rendah. Erinka menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan seluruh keberaniannya, lalu mulai mendekatkan bibir tipisnya yang lembut untuk memberikan sentuhan kehangatan yang paling sensual di ujung milik Marlon. Detik ketika kehangatan bibir dan rongga mulut Erinka menye

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 191: HASRAT TENGAH MALAM (21+)

    Suasana kamar tidur yang sederhana itu tampak begitu senyap ketika jarum jam dinding bergeser melewati angka dua dini hari. Angin malam yang berembus pelan di luar jendela membawa hawa sejuk, membuat udara di dalam ruangan terasa semakin meneduhkan. Di atas ranjang yang empuk, Marlon dan Erinka semula telah terlelap dalam posisi saling mendekap erat di bawah selimut tebal berbahan lembut yang hangat. Kedamaian yang baru saja mereka raih setelah keluar dari bayang-bayang lingkaran korporasi Megah Hardiyata Group seolah terwujud sepenuhnya dalam pelukan hangat keduanya.Namun, ketenangan tidur itu tidak bertahan lama bagi Marlon. Di tengah keheningan yang pekat, kesadaran pria itu perlahan-lahan mulai pulih dari alam mimpi. Saraf-saraf di dalam tubuh tegapnya mendadak berdesir hebat tanpa alasan yang jelas. Aroma wangi bunga yang berasal dari lotion malam Erinka yang masih melekat di kulit mulus sang istri kembali terhirup oleh indra penciumannya, bertindak sebagai stimulan alami yang s

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 190: PENYATUAN HINGGA PUNCAK (21+)

    Suara erangan lirih Erinka menggema halus di dalam kamar, menjadi tanda bahwa ia merasakan dirinya kini telah dipenuhi secara utuh oleh milik Marlon yang sudah masuk sepenuhnya tanpa menyisakan jarak sedikit pun. Cengkeraman jemari Erinka di bahu berotot Marlon semakin menguat, kuku-kukunya sedikit menekan kulit suaminya seiring dengan tubuhnya yang melengkung kecil, berusaha menyesuaikan diri dengan ukuran kejantanan milik Marlon yang mulai berdenyut.Suasana di dalam kamar tidur yang intim itu seketika menjadi hening dari suara dunia luar, kini sepenuhnya tergantikan oleh desahan napas yang memburu dari mereka berdua. Jepitan intim yang teramat erat di antara keduanya menjadi bukti nyata dari sebuah penyatuan fisik yang penuh dan tanpa syarat. Marlon memejamkan matanya erat-erat selama beberapa saat, menahan napasnya demi menikmati sensasi kehangatan yang menjepit ketat dan mencengkeram erat miliknya di dalam tubuh sang istri. Rasa nikmat yang luar biasa hampir saja membuatnya kehi

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 189: MELEPASKAN SEMUA KERINDUAN

    Sampai di dalam rumah yang sederhana namun nyaman untuk menjadi tempat tinggal, Marlon langsung merebahkan tubuhnya di sofa, melepaskan semua penat yang menghimpit dada setelah berhari-hari menghadapi ketegangan bisnis keluarga besar Hardiyata. Sementara itu, Erinka memilih untuk segera mandi, membersihkan diri dari sisa-sisa debu rumah sakit dan udara dingin dari paviliun VIP. Selesai mandi, Erinka hanya mengenakan piyama handuk putih melangkah mendekati sofa, berniat membangunkan Marlon agar sang suami segera bangun dan membersihkan diri sebelum beristirahat di ranjang utama.Namun karena Marlon bermalasan dan hanya menggeliat kecil tanpa membuka matanya, Erinka berlutut di samping sofa dengan gemas. Dengan jemari lembutnya, Erinka membuka kancing baju Marlon satu demi satu, lalu dengan hati-hati menanggalkan celana panjang suaminya agar pria itu merasa lebih relaks. Ketika kain pakaian luar itu terlepas, pemandangan dada Marlon yang berotot dan berbulu membuat senyum Erinka meleb

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 188: DUKUNGAN PENUH SANG ISTRI 

    "Marlon, apakah kamu tahu seberapa besar arti keputusanmu ini bagiku?" tanya Erinka dengan nada suara yang bergetar pelan, menghentikan langkah kakinya tepat di koridor luar paviliun VIP yang sunyi, jauh dari pintu kamar perawatan Kakek Hardiyata.Marlon menghentikan langkahnya, lalu membalikkan tubuh untuk menghadap sang istri secara penuh di bawah temaram lampu selasar rumah sakit. "Aku tahu, Sayang. Ini adalah tentang kedamaian hidup kita. Harta melimpah tidak akan pernah sebanding dengan senyuman lepasmu yang sempat hilang karena tekanan keluarga."Mendengar penjelasan suaminya, Erinka tersenyum lembut dengan mata yang berkaca-kaca karena haru. Rasa hangat dan lega yang luar biasa seketika membubung di dalam dadanya, meruntuhkan seluruh sisa-sisa ketakutan yang sempat mengkristal di dalam benaknya selama beberapa jam terakhir. Tanpa ragu sedikit pun, Erinka menggenggam erat tangan Marlon dan menyatakan dukungan penuh atas keputusan itu. Ia memilih melepas status sebagai putri pem

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 187: KEKECEWAAN SANG KAKEK

    "Apakah uang dan kekuasaan yang Kakek kumpulkan sepanjang hidup ini benar-benar tidak ada harganya di mata kalian, Marlon?" tanya Kakek Hardiyata dengan suara yang terdengar sangat parau, bergetar oleh kombinasi rasa haru, penyesalan, dan kesedihan yang mendalam. Kedua matanya yang mulai kabur oleh usia menatap lurus ke arah sepasang suami istri muda yang berdiri bergandengan tangan di hadapannya.Marlon menatap sang kakek dengan sorot mata yang tetap tenang, penuh rasa hormat namun tidak goyah sedikit pun oleh tekanan emosional tersebut. "Harta memiliki nilai untuk membangun kesejahteraan fisik, Kakek. Namun, ia tidak pernah bisa menjadi fondasi bagi kedamaian jiwa yang telah runtuh akibat ketamakan. Kami menghargai kerja keras Kakek, tetapi kami memilih untuk tidak menjadi budak dari apa yang Kakek bangun."Erinka mempererat genggaman tangannya pada jemari Marlon, memberikan kekuatan yang menegaskan bahwa keputusan mereka sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat lagi oleh retor

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 6: MENCARI KEBERADAAN MARLON 

    Siapa saja yang mendengar nama Meygi, pasti akan membayangkan seorang wanita cantik tapi memiliki hati yang kejam. Dalam kalangan pebisnis kelas atas, namanya sangat ditakuti karena dia tidak akan segan-segan menghabisi siapa saja yang bermasalah dengan dirinya.Seperti halnya para pebisnis lainnya

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 5: WANITA MISTERIUS 

    Erinka masih diliputi dengan cemas atas kejadian di jalan raya akhirnya sampai juga ke hotel bintang lima tempat reuni ditemani Marlon. “Ayo, kita turun...” ucap Erinka saat Marlon sudah mematikan mesin mobil di parkiran basement hotel.“Tunggu dulu, Beb...” ucap Marlon sambil menahan lengan kanan

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 4: MENCARI IDENTITAS MARLON

    “Orang-orang brengsek! Bukannya menolong malah ‘misuh-misuh’ engga jelas!” ucap Tony yang hanya bisa melihat Hendrik terjebak di dalam mobil.“Tolong aku, Bro... kakiku kejepit, sakit sekali nih rasanya...” ujar Hendrik memanggil Tony yang sedang duduk di luar mobil yang posisinya dalam keadaan ter

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 3 : DISEREMPET LAMBORGHINI

    Setelah Marlon memandu mobil Avanza berwarna hitam itu di jalan raya, Erinka bisa merasakan kalau hari ini Marlon sangat berbeda. Rupanya dia piawai memandu mobil, cara menyetirnya halus dan tenang, membuat penumpang merasa nyaman. Erinka menyimpulkan, kalau suaminya itu mempunyai sisi lain pada di

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status