Home / Male Adult / Marlon Menantu Terhebat / BAB 173: HARAPAN BARU MENEMBUS PANDEMI

Share

BAB 173: HARAPAN BARU MENEMBUS PANDEMI

last update publish date: 2026-08-16 23:53:07

Pagi itu, langit di atas kota Jakarta diselimuti oleh kabut abu-abu yang pekat, seolah mencerminkan suasana mencekam yang sedang melanda seluruh dunia. Berita-berita di televisi dan media sosial tidak lagi menyiarkan tentang politik atau hiburan, melainkan deretan angka kematian yang terus melonjak naik setiap jamnya.

Sebuah pandemi global yang mengerikan mendadak melanda berbagai belahan dunia, memicu kepanikan massal di kalangan masyarakat dari semua lapisan sosial.

Rumah sakit di kota-kota
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Marlon Menantu Terhebat   (S2) Bab 225: Akhir Menjadi Menantu Belian (TAMAT)

    Matahari pagi mulai memancarkan sinarnya yang benderang, menembus kabut tipis dan polusi yang menggantung di atas jalanan aspal ibukota. Bagi dunia luar, hari ini hanyalah hari biasa yang dipenuhi oleh hiruk-pikuk kemacetan dan kesibukan kaum urban yang mulai memadati trotoar jalan.Namun bagi Marlon Pramudya, detik ini adalah sebuah penegasan takdir yang paling sakral di dalam bentangan panjang silsilah kehidupannya yang penuh dengan darah. Linimasa waktu seolah berputar mundur di dalam benaknya, mencatat dengan sangat rapi setiap jengkal perjalanan yang telah ia lalui selama ini.Tepat enam tahun yang lalu, ketika usianya baru menginjak dua puluh tahun, ia melangkah keluar dari sangkar emas The Shadow of Death sebagai seorang eksekutor muda. Menggunakan jaket kulit hitam andalannya dan sepasang belati titanium, ia menjelma menjadi sesosok bloody killer nomor satu yang paling ditakuti dunia bawah tanah.Nama besar dan reputasinya yang mengerikan sempat meroket tajam di sepanjang lo

  • Marlon Menantu Terhebat   (S2) Bab 223: Penyelidikan Kedai Bakpao

    Langkah pertama Marlon untuk kembali ke dunia atas dimulai dari sebuah titik yang sangat sentimental bagi masa mudanya. Di dalam mobil sport hitamnya yang terparkir di seberang jalan, mata elang Marlon menatap tajam ke arah sudut gang sempit yang dulunya menjadi saksi bisu kehancurannya.Tempat yang sembilan tahun lalu merupakan sebuah kedai bakpao sederhana, kini telah berubah menjadi deretan ruko modern yang bising oleh deru mesin kendaraan. Marlon menyandarkan tubuh tegap berototnya pada kursi kulit kemudi, membiarkan jemari tangannya mengetuk setir mobil secara ritmis penuh perhitungan.Ia tidak bisa bergerak gegabah tanpa memiliki data intelijen yang akurat mengenai kondisi lingkaran keluarga besar Hardiyata setelah sepuluh tahun berlalu sejak pengeroyokan itu. Oleh karena itu, Marlon sengaja mengerahkan sisa jaringan anak buah setianya dari divisi peretasan data untuk melakukan penyelidikan mendalam hari ini.Ponsel khusus yang diletakkan di atas dasbor mobil mendadak bergeta

  • Marlon Menantu Terhebat   (S2) Bab 222: Menghapus Jejak Diri & Hasrat Terkahir

    Proses transisi dari kegelapan menuju cahaya benderang dunia atas membutuhkan ketelitian yang jauh lebih rumit daripada sekadar menanggalkan pakaian taktis tempur. Di dalam ruang kerja pribadinya yang sunyi di puncak pent house mewah, Marlon duduk tegak di depan deretan layar monitor komputer yang memancarkan cahaya biru redup.Jemari tangannya yang kekar berotot bergerak dengan kecepatan luar biasa di atas papan ketik, menjalankan baris-baris kode enkripsi militer tingkat tinggi. Malam ini, ia fokus melakukan operasi pembersihan paling krusial dalam hidupnya: menghapus seluruh jejak digital identitas aslinya dari setiap basis data dunia bawah tanah.Nama Marlon Pramudya sebagai sang bloody killer legendaris andalan The Shadow of Death harus benar-benar lenyap, menguap tanpa menyisakan satu pun bukti fisik atau digital. Segala rekaman CCTV, manifes penerbangan jet pribadi, hingga catatan medis luka tembak sembilan tahun lalu dikikis habis sampai ke akar-akarnya."Apakah proses pen

  • Marlon Menantu Terhebat   (S2) Bab 221: Keputusan Bulat Sang Jagal

    "Aku ingin mundur dari posisi eksekutor utama lapangan dan menyerahkan kembali seluruh koin perak operasional mulai hari ini, Tante," ucap Marlon dengan nada suara yang sangat tenang namun sarat akan ketegasan mutlak.Marlon berdiri tegak laksana karang di tengah ruang kerja privat yang dilapisi dinding baja anti-peluru. Di usianya yang kini resmi menginjak dua puluh enam tahun, kegagahan fisiknya tampak begitu matang, memancarkan aura maskulin yang sangat kuat menindas udara sekitar.Tante Goldies yang sedang duduk di balik meja kerjanya seketika menghentikan gerakan jemarinya yang sedang memeriksa berkas. Ia mendongak dengan kening berkerut dalam, menatap anak angkat sekaligus pembunuh berdarah dingin terbaik yang pernah dilahirkan oleh organisasinya.Di sudut ruangan, seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan potongan rambut militer khas juga turut mengalihkan pandangannya dari layar monitor. Pria itu adalah sang Jenderal bintang tiga, suami dari Tante Goldies sekaligus pria

  • Marlon Menantu Terhebat   (S2) Bab 220: Malam Perpisahan yang Liar (21+)

    "Kamu tidak bisa pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam perpisahan yang layak kepada kami, Marlon," bisik Jessy sembari merapatkan tubuh seksinya yang hanya dibalut gaun malam minim.Marlon tidak segera menjawab, ia hanya memutar gelas wiski di tangan kanannya dengan gerakan yang sangat pelan. Di dalam ruang VIP penthouse privat yang super mewah itu, atmosfer malam terasa begitu pekat oleh aroma parfum mahal dan kabut gairah yang menggebu-gebu."Jessy benar, Marlon. Selama ini kamu selalu datang dan pergi laksana hantu malam, membuat kami semua merana karena merindukan keperkasaan tubuhmu," sahut Tamara yang duduk di sisi kirinya."Malam ini adalah malam terakhirmu di sirkel kehidupan malam kami sebelum kamu mengurus bisnis barumu itu, jadi layani kami sepuasnya," tambah Santy, sang janda kaya pengusaha berlian yang turut hadir di sana.Marlon melayangkan tatapan mata elangnya yang tajam namun kini dipenuhi oleh binar karisma sensual ke arah para wanita cantik yang berkumpul di sek

  • Marlon Menantu Terhebat   (S2) Bab 219: Pembantaian di Hutan Pinus

    Kabut tebal yang dingin menyelimuti kawasan hutan pinus di pinggiran Sektor Barat malam itu. Suara angin yang bergesek di antara rimbunnya dedaunan menciptakan simfoni alam yang mencekam, seolah menyembunyikan langkah kaki maut yang sedang mengintai. Di tengah kegelapan pekat yang terisolasi tersebut, sisa-sisa anggota kartel Kobra Hitam berlari dengan napas memburu berantakan.Mereka mengira pelarian ke dalam hutan lebat ini bisa menyelamatkan nyawa mereka dari amukan organisasi The Shadow of Death. Namun, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa bertingkah paranoid di tengah alam liar justru mempermudah insting berburu milik Marlon Pramudya. Menggunakan pakaian tempur taktis serba hitam yang melekat erat pada tubuh kekarnya, Marlon bergerak tanpa suara di atas tumpukan daun kering."Hei, apakah kamu mendengar sesuatu di belakang kita tadi?" bisik seorang anggota kartel berkulit legam kepada temannya sembari menodongkan senapan serbu ke arah kegelapan."Jangan menakut-nakuti aku, k

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 6: MENCARI KEBERADAAN MARLON 

    Siapa saja yang mendengar nama Meygi, pasti akan membayangkan seorang wanita cantik tapi memiliki hati yang kejam. Dalam kalangan pebisnis kelas atas, namanya sangat ditakuti karena dia tidak akan segan-segan menghabisi siapa saja yang bermasalah dengan dirinya.Seperti halnya para pebisnis lainnya

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 5: WANITA MISTERIUS 

    Erinka masih diliputi dengan cemas atas kejadian di jalan raya akhirnya sampai juga ke hotel bintang lima tempat reuni ditemani Marlon. “Ayo, kita turun...” ucap Erinka saat Marlon sudah mematikan mesin mobil di parkiran basement hotel.“Tunggu dulu, Beb...” ucap Marlon sambil menahan lengan kanan

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 4: MENCARI IDENTITAS MARLON

    “Orang-orang brengsek! Bukannya menolong malah ‘misuh-misuh’ engga jelas!” ucap Tony yang hanya bisa melihat Hendrik terjebak di dalam mobil.“Tolong aku, Bro... kakiku kejepit, sakit sekali nih rasanya...” ujar Hendrik memanggil Tony yang sedang duduk di luar mobil yang posisinya dalam keadaan ter

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 3 : DISEREMPET LAMBORGHINI

    Setelah Marlon memandu mobil Avanza berwarna hitam itu di jalan raya, Erinka bisa merasakan kalau hari ini Marlon sangat berbeda. Rupanya dia piawai memandu mobil, cara menyetirnya halus dan tenang, membuat penumpang merasa nyaman. Erinka menyimpulkan, kalau suaminya itu mempunyai sisi lain pada di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status