"Duduklah, Edgar," ujar Anthony usai meminta Edgar untuk datang menemuinya di ruang kerja.Edgar melangkah masuk tanpa keraguan sedikit pun.Pria itu menyilangkan tangannya di balik punggung, lalu mendudukkan tubuh tegapnya di sofa kulit di hadapan sang ayah.Raut wajah tampannya tetap datar, tak memancarkan sedikit pun kepanikan meskipun dia tahu betul alasan di balik panggilan mendadak ini.Anthony memajukan tubuhnya, menatap Edgar dengan pandangan mata elang yang amat menekan."Tangan kananku baru saja memberikan laporan yang sangat menarik dari rumah sakit kota. Ada kejanggalan pada aktivitas medis Selina beberapa hari lalu. Dia mendatangi spesialis kandungan secara diam-diam."Anthony sengaja menghentikan kalimatnya sejenak, memberikan tekanan psikologis yang berat untuk menguji ketahanan mental anak laki-lakinya."Aneh sekali, bukan? Selina pergi tanpa didampingi Rafael. Dan yang lebih menarik lagi, kau menunjukkan perhatian yang terlalu jauh atas urusan rumah tangga mereka bela
Read more