Share

Bab 101

Penulis: Salwa Maulidya
last update Tanggal publikasi: 2026-08-03 15:25:59

Anthony mengerutkan keningnya dalam-dalam.

"Apa maksud ucapanmu barusan, Edgar?" desak Anthony dengan intronasi suara yang direndahkan namun penuh penekanan.

"Wanita milik orang lain? Jangan berputar-putar di hadapanku. Jelaskan secara rincian siapa wanita yang kau maksud!"

Edgar tidak lantas terimbas oleh gertakan sang patriark.

Wajah tampan nan tegas itu tetap tenang bagaikan permukaan danau purba yang tak tertiup angin.

Tidak ada keraguan, tidak ada sedikit pun riak kepanikan di dalam manik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 101

    Anthony mengerutkan keningnya dalam-dalam."Apa maksud ucapanmu barusan, Edgar?" desak Anthony dengan intronasi suara yang direndahkan namun penuh penekanan."Wanita milik orang lain? Jangan berputar-putar di hadapanku. Jelaskan secara rincian siapa wanita yang kau maksud!"Edgar tidak lantas terimbas oleh gertakan sang patriark.Wajah tampan nan tegas itu tetap tenang bagaikan permukaan danau purba yang tak tertiup angin.Tidak ada keraguan, tidak ada sedikit pun riak kepanikan di dalam manik matanya.Edgar menyandarkan punggung tegapnya secara kasual di sandaran sofa, bersikap penuh misteri seolah pegangan kekuasaan tertinggi di ruangan itu ada di jemarinya, bukan pada tongkat perak yang digenggam Anthony."Aku tidak bisa menjelaskan rinciannya sekarang, Ayah," sahut Edgar dengan santai."Belum saatnya untuk membuka semua kartu di meja. Kau hanya perlu tahu bahwa wanita itu adalah satu-satunya wanita yang akan berdiri di sampingku.""Belum saatnya?!" Anthony menaikkan nada suaranya,

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 100

    "Cek CCTV semua sudut rumah, ke mana dia sebenarnya!"Edgar memberikan perintah tegas pada Kevin dengan suara bariton yang menusuk dingin.Meski ekspresi wajahnya sengaja dijaga tetap datar dan rapat khas seorang pemimpin yang tak terimbas emosi, kepalan tangan yang mengeras di dalam saku celananya serta kilat tajam di mata elangnya memancarkan rasa panik yang luar biasa.Selina mendadak hilang tanpa jejak tepat setelah Anthony selesai menguliti Thomas dan Rafael di ruang tengah.Teleponnya yang dialihkan tanpa jawaban makin menyulut kecemasan terpendam di dada Edgar.Kevin bergerak cepat membawa laptop tebal yang telah terhubung langsung dengan sistem keamanan kediaman utama Theodore. Jarinya menari lincah di atas keyboard."Saya menemukannya, Tuan," ujar Kevin.Namun, dahi pria kepercayaan Edgar itu mendadak mengerut dalam saat matanya meneliti rekaman visual dari koridor lantai bawah."Nyonya Selina terlihat berlari tergesa-gesa ke kamar mandi lantai bawah... lalu tak lama setelahn

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 99

    "Usianya sudah memasuki tujuh minggu, Nyonya Selina," ujar dokter spesialis kandungan berparas ramah itu seraya mengusapkan gel dingin di atas perut rata Selina.“Tu-tujuh minggu, Dok?” tanya Selina terkejut.Dokter itu mengangguk. "Ya. Mengingat hari terakhir Anda menstruasi, maka usia kandungannya memang sudah mencapai tujuh minggu."Dokter itu mengarahkan monitor kecil di samping ranjang pemeriksaan agar bisa dilihat oleh Selina."Lihat di sini, ini adalah kantung kehamilan Anda. Dan titik kecil ini adalah janin Anda. Ukurannya saat ini masih sebesar biji jagung, namun detak jantungnya sudah mulai berdenyut dengan sangat baik."Dokter tersenyum hangat dan memberikan ucapan selamat yang tulus. "Selamat ya, Nyonya. Janin Anda berkembang sangat sehat."Sementara sang dokter menjelaskan dengan antusias, Selina justru membeku di atas ranjang pemeriksaan.Sepasang matanya menatap kosong ke arah layar kecil USG di hadapannya. Titik kecil sebesar biji jagung itu mendadak menjadi pusat dari

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 98

    Tubuh Selina bergetar hebat saat berdiri membungkuk di depan wastafel kamar mandi.Rasa mual yang tak tertahankan itu memuncak, memaksa cairan kuning yang pekat keluar dari tenggorokannya.Sensasi terbakar dan rasa pahit yang luar biasa seketika memenuhi kerongkongan dan mulutnya, menyisakan lemas yang luar biasa di sekujur tubuh.Huekk!Selina memutar keran air, membilas bekas muntahannya seraya membasuh wajahnya yang pucat pasi dengan air dingin.Jemarinya yang gemetar bergerak perlahan mengusap keningnya yang dipenuhi keringat dingin.Dia lalu mendongak dan menatap pantulan dirinya di cermin besar di hadapannya.Matanya membelalak sayu, memancar penuh ketakutan dan kebingungan yang teramat sangat."Apa yang ... apa yang sebenarnya sedang terjadi padaku?" bisik Selina lirih pada pantulan dirinya sendiri.Pikiran Selina berputar gila-gilaan, mencoba mencari alasan di balik rasa mual yang mendadak menghantamnya secara beruntun belakangan ini.Pikiran itu seketika tertuju pada satu hal

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 97

    Tiga hari kemudian, kediaman utama keluarga Theodore tenggelam dalam suasana yang teramat tegang dan mencekam.Anthony Theodore—sang patriark utama yang ditakuti oleh seluruh anggota keluarga telah tiba di rumah.Dari balik pilar kayu besar di balik lorong lantai bawah, Selina berdiri kaku dan bersembunyi.Matanya mengintip ke arah ruang tengah yang megah, tempat di mana Thomas, Edgar, Luna, dan Rafael kini dikumpulkan dan berdiri dalam satu garis lurus di hadapan sofa utama.Di sana, duduk Anthony Theodore di atas kursi kebesarannya, menopang tangan pada tongkat berkepala perak dengan raut wajah tua yang begitu keras, dingin, dan sarat akan dominasi tanpa tanding."Jelaskan padaku sekarang, Thomas," suara bariton Anthony yang dalam meluncur kaku, memotong keheningan ruangan bagaikan bilah pisau."Kenapa selama dua tahun terakhir ini kau selalu gagal mendapatkan tender besar? Kenapa kolega-kolega lama kita kehilangan kepercayaan pada Theodore Group hingga mereka memilih untuk mengalih

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 96

    "Tender dimenangkan oleh Anderson Group?!"Mata Thomas seketika menyalang lebar, dipenuhi kilat amarah yang membakar.Suaranya menggelegar memenuhi seluruh sudut ruang kerja megahnya di lantai atas gedung Theodore Group.BRAK!Thomas menggebrak meja kerja kayunya dengan telapak tangan hingga beberapa berkas, pena emas, dan cangkir kopi di atasnya berguncang hebat.Mukanya merah padam, napasnya memburu kasar bagaikan banteng yang siap mengamuk."Bangsat! Sialan! Keparat!" umpat Thomas bertubi-tubi dengan deretan kata-kata kotor yang meluncur kasar dari mulutnya."Bagaimana bisa perusahaan bajingan itu merebut proyek sektor utara dari tangan kita?!"Rafael yang duduk di sofa tamu ruangan itu menatap ayahnya yang sedang berada dalam puncak emosi tergelapnya.Aura di dalam ruangan terasa teramat mencekam dan memuakkan. Rafael sendiri tidak kalah terpukul dan frustrasi.Proyek pengembangan kawasan bisnis terpadu sektor utara adalah proyek raksasa terakhir yang dia awasi dan kejar mati-mati

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 6: Keceplosan

    Jam dinding besar di koridor menunjukkan pukul dua dini hari ketika Selina terbangun dengan tenggorokan yang terasa sangat kering dan mencekik.Selina melangkah masuk ke dapur, berniat mengambil segelas air dingin dari dispenser. Namun, baru saja kakinya menginjak lantai marmer dapur, sebuah suara

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 5: Sudah Kehilangan Akal Sehatnya!

    Pintu kamar tidur dibanting dengan keras hingga menimbulkan gema yang memekakkan telinga. Rafael Theodore melonggarkan dasinya dengan sentakan kasar, lalu berbalik menatap Selina yang masih berdiri mematung di dekat pintu dengan sisa-sisa air mata yang mengering di pipinya.Atmosfer di dalam kamar

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 4: Tuduhan yang Keji

    Selina melangkah pelan mengekor di belakang Luna dengan langkahnya yang pincang akibat luka lebam yang belum sembuh sepenuhnya.Benar saja, begitu mereka menginjakkan kaki di ruangan luas itu, pemandangan di depannya membuat nyali Selina menciut.Di sana sudah ada Rafael yang duduk santai sambil me

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 3: Ada yang Membelanya

    Selina buru-buru bangkit berdiri dan mengabaikan rasa perih yang menjalar di pergelangan kakinya. Dia lalu melemparkan kain handuk di tangannya ke atas lantai dengan gerakan panik, dan memalingkan wajahnya sejauh mungkin hingga menyentuh bahunya sendiri.“M-maaf! Aku benar-benar tidak sengaja, Pama

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status