"Jawab aku sekarang, Selina!" bentak Luna seraya terus mengguncang bahu Selina. "Kau mau menurut atau nama ibumu yang kubuat busuk?!"Pintu unit penthouse terbuka kasar hingga membentur dinding dengan dentuman keras. Edgar melangkah masuk dengan langkah lebar, memancarkan aura membunuh yang teramat pekat."Tarik tanganmu dari tubuh calon istriku sebelum kupatahkan setiap jari tanganmu itu, Luna!" ancam Edgar dengan suara bariton yang teramat dingin dan menggelegar.Luna seketika membeku, menarik tangannya dengan napas tersengal saat melihat Edgar berdiri mematung beberapa meter di hadapannya.Raut wajah pria itu sangat kelam dengan tatapan mata elang yang mampu meremukkan mental siapa pun."Edgar..." bisik Selina lirih seraya memegangi perutnya yang tegang, tubuhnya gemetar hebat akibat kejutan emosional.Edgar melangkah maju mendahului Luna, langsung merengkuh pinggang Selina dan menarik wanita itu ke dalam dekapannya yang hangat dan kokoh. "Kau tidak apa-apa, Selina? Katakan padaku,
Read more