Malam ketujuh sejak insiden pergelangan kaki terkilir itu menjadi puncak kegilaan Julian Prescott. Pria berwajah tampan itu merasa sudah menginvestasikan terlalu banyak waktu, energi, serta uang untuk melunakkan hati seorang dokter wanita. Di dalam benak sang pewaris tunggal imperium properti, benteng pertahanan paling kokoh sekalipun pasti akan runtuh jika terus-menerus digempur tanpa henti.Malam itu, jam dinding di ruang gawat darurat menunjukkan pukul sebelas malam. Suasana ruangan mulai lengang setelah lonjakan pasien sif sore teratasi. Julian yang sudah menanti momen sepi tersebut kembali memandu langkahnya masuk ke ruang perawatan VIP dengan alasan keluhan nyeri yang teramat sangat pada engsel kakinya."Saya butuh pemeriksaan ulang sekarang juga, Suster," ujar Julian dengan intonasi rendah yang ditekan lembut pada perawat jaga. "Rasa nyerinya mendadak menusuk sampai ke sendi. Panggilkan Dokter Tiffany segera."Suster Sarah yang menangkap guratan lelah di wajah Tiffany seben
اقرأ المزيد