"Tiff, aku tahu kamu sangat profesional dan berdedikasi tinggi," ujar Maria penuh penekanan. "Tapi kamu ini manusia, bukan mesin operasi. Kamu terus-menerus mengambil jam kerja tidak masuk akal sejak empat hari lalu.""Saya hanya menggunakan waktu saya dengan produktif, Maria," bales Tiffany datar tanpa menghentikan jemarinya yang mencatat perkembangan pasien di atas kertas."Atau kamu sengaja menghindari seseorang di rumah?" pancing Maria secara halus, menatap mata jernih Tiffany.Tiffany menghentikan gerakan pulpennya sejenak, namun wajahnya tetap sangat tenang tanpa kejutan apa pun."Rumah saya adalah tempat untuk beristirahat, dan rumah sakit adalah tempat untuk bekerja," pukas Tiffany lugas, menatap langsung ke arah mata Maria. "Saya tidak sedang menghindari siapapun, Maria.""Tapi tatapan matamu berubah sejak empat hari lalu, Tiff," bisik Maria lembut, memegang lengan sahabatnya itu. "Kamu terlihat sangat dingin dan kaku, seolah-olah kamu sedang membangun benteng es di sek
Read more