"Detak jantung Anda sangat stabil," puji Tiffany, memberikan anggukan kecil penuh rasa puas. "Bekas jahitan di dada juga mengering dengan sangat baik. Jika kondisi ini bertahan sampai lusa, Anda sudah diperbolehkan pulang.""Terima kasih banyak, Dokter," tutur Tuan Hendra tulus, matanya menatap wajah Tiffany yang tampak sedikit pucat di bawah lampu ruangan. "Tapi Dokter sendiri kelihatan kurang istirahat. Jangan sampai merawat orang lain tapi mengabaikan kesehatan diri sendiri.""Saya baik-baik saja, Tuan Hendra. Ini sudah menjadi tugas rutin saya sehari-hari," bales Tiffany ramah, menarik kembali stetoskopnya dan mencatat grafik perkembangan pasien pada papan kayu di tangannya.Pintu kamar VIP mendadak terdorong terbuka dari luar, menampilkan sosok pria muda berpakaian setelan jas abu-abu terang yang melangkah masuk membawa sekantung buah-buahan segar.Pria itu adalah Julian Prescott, putra tunggal Tuan Hendra sekaligus pewaris utama jaringan hotel mewah yang sempat membuat Etha
اقرأ المزيد