Semua yang hadir terkejut mendengar suara Bram, sehingga mereka pun langsung terdiam.Akan tetapi, Adrian tidak menggubrisnya. Dia langsung mendorong pintu dan keluar.‘Karena kamu nggak mengizinkanku pergi, lalu aku nggak akan pergi begitu? Memangnya kamu pikir, dirimu itu siapa?’Adrian langsung pergi, masuk ke lift dan turun.Namun, di gerbang utama rumah sakit, Adrian justru dicegat oleh satpam."Dokter Adrian, tanpa izin dari pak direktur, kamu nggak boleh pergi!""Dokter Adrian, mohon kerjasamanya."Mendengar itu, Adrian pun berkata, "Untuk apa aku harus kerja sama denganmu? Apa pekerjaanmu lebih penting dibanding waktuku? Masih ada beberapa pasien di departemenku yang menungguku kembali!"Melihat satpam itu masih tidak mau mengalah, Adrian tidak mau berkompromi dan terus berjalan keluar.Di luar, sudah ada sebuah mobil yang menjemputnya untuk kembali ke Rumah Sakit Umum.Ponsel Adrian kembali berdering. Ternyata, Kamila yang menelepon. Kamila berkata, "Sayang, aku sudah dengar t
Mehr lesen