Home / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 159 Cegatan Di Tebing Sempit

Share

Bab 159 Cegatan Di Tebing Sempit

Author: Purplelove77
last update publish date: 2026-09-25 09:43:43

"Siapa yang ditinggalkan menjaga istana saat ini?"

Tuan Chen Qi menunduk hormat, senyum licik tak lepas dari bibirnya. "Kasim Liang, Yang Mulia. Pengawal Wu Chen juga. Tak ada pejabat tinggi yang tersisa. Mereka semua ikut pergi mengejar kita."

Pria yang wajahnya tertutup bayangan itu tertawa pelan. Suaranya berat dan dingin, menembus kegelapan di dalam kereta.

"Sempurna. Tak ada yang lebih bodoh daripada membiarkan benteng terkuat kosong begitu saja. Kirim pesan sekarang juga. Katakan pintu s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 160 Pangeran Wang Wei Yuan

    "Turunlah! Atau kau ingin melihat apa yang akan terjadi pada orang-orang yang kau tinggalkan di istana?"Raja Wang Ming melangkah keluar dari balik batu besar tanpa ragu sedikit pun. Pedang terhunus di tangan, matanya menatap tajam lurus ke arah pria bertopeng itu. Li Jing berusaha menahannya namun ia menggeleng pelan."Dia menantangku. Aku tak boleh bersembunyi."Ia turun perlahan menuju lembah. A Chen dan A Xiong hendak mengikuti namun ia mengangkat tangan menahan mereka."Tetap di sini. Lindungi Ratu Li Jing. Turun hanya jika aku memberi isyarat."Langkahnya berat dan mantap. Napasnya teratur meski jantungnya berpacu cepat. Ia berhenti sepuluh langkah di hadapan pria itu."Siapa kau?" tanyanya tegas. "Tunjukkan wajahmu."Pria itu tertawa pelan lalu tangannya terangkat perlahan melepas kain penutup wajahnya. Raja Wang Ming membelalakkan mata seketika, tubuhnya menegak kaku tak percaya pada apa yang dilihatnya."Kau... tidak mungkin."Wajah itu wajah yang sudah dikubur. Wajah yang ia

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 159 Cegatan Di Tebing Sempit

    "Siapa yang ditinggalkan menjaga istana saat ini?"Tuan Chen Qi menunduk hormat, senyum licik tak lepas dari bibirnya. "Kasim Liang, Yang Mulia. Pengawal Wu Chen juga. Tak ada pejabat tinggi yang tersisa. Mereka semua ikut pergi mengejar kita."Pria yang wajahnya tertutup bayangan itu tertawa pelan. Suaranya berat dan dingin, menembus kegelapan di dalam kereta."Sempurna. Tak ada yang lebih bodoh daripada membiarkan benteng terkuat kosong begitu saja. Kirim pesan sekarang juga. Katakan pintu sudah terbuka. Waktunya menyerang.""Baik Yang Mulia." Tuan Chen Qi mengeluarkan burung merpati dari sangkar kecil, mengikat pesan di kakinya, lalu melepaskannya ke angin malam. Burung itu melesat cepat menghilang di antara dedaunan gelap.Di kejauhan, Raja Wang Ming menahan laju kudanya seketika. Ia menatap ke arah bayangan burung yang melintas tinggi di langit."Li Jing. Apakah kau melihatnya?"Li Jing mengeratkan pegangan pada tali kekang. Matanya mengikuti arah burung itu."Mereka mengirim pe

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 158 Jebakan Baru Kerajaan Angin

    Ratu Li Jing berdiri di samping jendela, menatap cahaya keemasan yang membelah langit. Angin sore menyisir rambutnya pelan. Raja Wang Ming melangkah mendekat, meletakkan tangan di bahu istrinya."Kau lelah.""Sedikit saja. Bukan karena pertempuran. Melainkan karena menyadari betapa banyak orang yang bisa kita percaya ternyata memegang belati di balik punggung."Raja Wang Ming menghela napas. Ia menatap ke arah halaman istana yang kini dijaga ketat."Aku sudah memerintahkan pemeriksaan ulang seluruh catatan istana. Setiap nama yang masuk dan keluar dalam setahun terakhir diperiksa satu per satu. Tak ada yang terlewat.""Lalu hasilnya?""Sebagian besar sudah jelas. Tapi ada satu nama yang muncul berulang kali di catatan pengiriman barang dari Kerajaan Angin. Nama itu hilang tepat saat Tuan Kang ditangkap."Li Jing berbalik seketika. Matanya menatap tajam."Nama siapa itu?""Tuan Chen Qi. Bukan A Chen yang kita kenal. Pria yang mengurus persediaan kayu dan batu untuk perbaikan tembok ist

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 157 Mulai atur rencana

    Ketika pintu tertutup kembali, hanya tinggal mereka berdua di ruangan itu. Wang Ming menarik Li Jing mendekat, memeluk pinggangnya dengan lembut namun kokoh, mendekatkan tubuh mereka hingga tak ada celah sedikit pun. "Jangan memikul semuanya sendirian, sayang," bisiknya di telinga istrinya, napas hangatnya menyentuh kulit leher Li Jing yang membuatnya merinding halus. "Aku tahu kau kuat. Aku tahu kau sudah melewati banyak hal bahkan kematian, untuk sampai ke sini. Tapi di sini, di sisiku, kau boleh berbagi beban itu." Li Jing menyandarkan kepalanya di dada suaminya, mendengarkan detak jantungnya yang tenang dan mantap. Ia meremas ujung jubahnya pelan. "Aku takut kehilangan orang-orang yang kucintai lagi... terutama Xiao Xing. Dia rela mati untukku di kehidupan yang lalu. Sekarang dia ada di sini, setia, bahkan tanpa tahu apa yang pernah terjadi. Aku berjanji pada diriku sendiri, kali ini aku akan melindunginya." Raja Wang Ming mengecup puncak kepalanya dengan lembut. "Kau tidak sen

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 156 Mengumpulkan informasi

    Pintu ruang kerja Perdana Menteri Pong terhempas hingga bergetar di dinding. Wajahnya merah padam, tangan mengepal erat di pinggang, napasnya menderu bagai badai yang terperangkap di ruangan sempit."Siapkan pasukan besar!" suaranya menggelegar, memecah keheningan. "Kita tidak akan menyerang dengan pedang dulu. Kita akan memotong urat nadi mereka. Jalur selatan adalah gerbang utama semua perdagangan Kerajaan Langit. Tutup, sekat, dan bebani pajak ganda, bahkan tiga kali lipat bagi setiap pedagang yang melintas. Sabotase muatan mereka, rusak jalannya, sebarkan desas-desus bahwa Kerajaan Langit tak lagi mampu menjaga keamanan jalan-jalan itu. Biarkan mereka menjerit, biarkan mereka menyalahkan raja dan ratunya sendiri!"Pangawal yang berdiri tertunduk di ambang pintu mengangguk gemetar. "Baik, Yang Mulia. Segera dilaksanakan."Pong melangkah mendekat, matanya menyala tajam. "Permainkan harga beras, garam, kain. Timbun semuanya. Jual dengan harga yang mencekik leher mereka. Rakyat akan l

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 155 Ancaman Baru

    "Izin menjawab Yang Mulia Raja, semua sudah tertangkap termasuk semua mata-mata yang bekerja di seluruh bagian di istana ini." "Bagus. Kerja kalian bagus kali ini, untung kita mendengarkan saran Ratu Li Jing, sehingga kita sudah siap siaga jika terjadi hal seperti ini. Kalian semua akan mendapatkan hadiah.""Terima kasih Yang Mulia Raja. Yanga Mulia Raja Sangat bijaksana," jawab serentak semua pasukan yang menahan setiap orang yang bersalah di bawah pedang mereka. Raja Wang Ming menatap ke arah jendela yang terbuka, di mana cahaya matahari pagi mulai bersinar terang menyinari halaman istana yang masih berdebu dan berbau darah. Ia menghela napas panjang, rasa lega bercampur kesedihan yang mendalam menyelimuti hatinya."Semua sudah berakhir..." bisiknya pelan, "Ada harga yang harus dibayar dan ternyata begitu mahal."Ratu Li Jing berjalan mendekat, meletakkan tangannya di bahu suaminya dengan lembut namun tegas. "Berakhir dengan kemenangan Yang Mulia. Itu yang paling penting dan sekar

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 2 Nasib Sang Ratu

    “Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 1 Insiden Di Tengah Pesta

    Keramaian di tengah pesta ulang tahun Raja Wang Ming di Kerajaan Langit begitu menyita perhatian banyak tamu undangan. Namun kegaduhan terjadi saat itu. "Lapor, Baginda Raja!" seru seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh dan langsung tersungkur di depan tahta Raja. "Ada apa?" tanya Ibu Suri Ron

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 6 Kecurigaan Raja

    “Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 5 Dekrit Raja

    “Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status