بيت / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 61 Keluarga Yang Bertemu

مشاركة

Bab 61 Keluarga Yang Bertemu

مؤلف: Purplelove77
last update تاريخ النشر: 2026-07-27 12:17:48

Tujuh hari berlalu dengan segala hal yang hanya diawasi oleh mata jeli sang ratu kerajaan Langit.

"Akhirnya persiapan untuk ke makam raja terdahulu dan doa ke kuil leluhur sudah selesai. Hari ini pasti akan banyak hal yang mengejutkan. Jangan sampai kalian sendiri yang terkejut. Hehehe," seringai licik sang Ratu.

"Lapor Yang Mulia, Jenderal Lie Hyun dan putranya ingin bertemu Yang Mulia," lapor salah satu pelayan penjaga pintu depan paviliun Mawar Phoniex.

"Oh, Papa dan kakak sudah datang. C
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 62 Menghukum Mata-mata

    Lapor! "Masuk!" seru Li Jing. "Lapor Yang Mulia Ratu, kami telah menangkap mata-mata yang disusupkan ke Paviliun Ratu. Mereka ada di gudang kayu belakang yang sudah tidak terpakai karena lembab!" "Bagus! Tunjukkan kami jalan!" titah tegas Li Jing diikuti Lie Hyun dan Lie Kwang. Gudang kayu itu memang sudah tua dan lapuk. Bangunan sudah tidak kokoh lagi. Tapi masih bisa untuk berlindung saat udara dingin extrem dan ada angin yang tak bersahabat menyapa. "Kalian!" seru Xiao Xing. "Xing, Ratu ini benar adanya. Sudah lama Ratu ini curiga pada mereka. Karena setiap kali membuat rencana pasti gagal. Sehingga kemarin aku sengaja memberitahumu jika Papa dan kakakku masih sakit dan dalam masa pemulihan. Supaya para krocok ini lapor sama majikan mereka masing-masing!" jelas Li Jing pada Xiao Xing yang berdiri di sampingnya dan menutupi mulutnya yang terbuka saat melihat mereka adalah pelayan yang di percaya Ratu selain dirinya. "Katakan! Apa penjelasan kalian! Bibi Oh! Dayang Fin dan pen

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 61 Keluarga Yang Bertemu

    Tujuh hari berlalu dengan segala hal yang hanya diawasi oleh mata jeli sang ratu kerajaan Langit. "Akhirnya persiapan untuk ke makam raja terdahulu dan doa ke kuil leluhur sudah selesai. Hari ini pasti akan banyak hal yang mengejutkan. Jangan sampai kalian sendiri yang terkejut. Hehehe," seringai licik sang Ratu. "Lapor Yang Mulia, Jenderal Lie Hyun dan putranya ingin bertemu Yang Mulia," lapor salah satu pelayan penjaga pintu depan paviliun Mawar Phoniex. "Oh, Papa dan kakak sudah datang. Cepat ajak mereka masuk," pekik kegirangan Li Jing. Derap sepatu terdengar gagah berani memasuki Paviliun Mawar Phoniex. Para pelayan perempuan langsung terpesona melihat langkah tegap sang Putra Jenderal, Lie Kwang— Kakak Sulung Ratu Li Jing. "Papa, kakak," teriak Li Jing yang langsung berlari ke arah papanya dan kakaknya. "Pelan-pelan! Yang Mulia Ratu, jangan sampai jatuh!" teriak Lie Kwang yang sudah sigap menerima tubuh Li Jing yang terhuyung dan hampir jatuh karena jubah panjangnya. "Adi

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 60 Ungkapan Hati Yang Terpendam

    Li Jing kembali duduk di pinggir ranjangnya. Pikirannya melayang pada ingatan dirinya di kehidupan lamanya. " Sebentar lagi akan ada kunjungan ke makam Raja terdahulu dan akan ada acara sembayang di kuil yang biasa dilakukan oleh Raja dan semua anggota kerajaan. Hmm, peringatan hari ini dari gelang Giok warisan Ibunda sangat jelas." "Jangan sampai mereka tahu Raja di racuni dan jangan sampai perjalanan kali ini akan seperti kejadian di kehidupan lalu. Ada banyak penbunuh bayaran yang mencintai kamu nanti. Aku harus bagaimana? Ikuti permainan mereka atau aku akan mengantisipasi lagi seperti saat kegiatan berburu itu?" timbang Li Jing di hatinya, jarinya yang lentik nengetuk- ketuk halus meja yang ada di dekat ranjangnya. Saat mendadak dia kembali dikejutkan oleh pelukan seseorang dari belakang. Li Jing meronta tapi dia tak bisa lepas dari pelukan kuat itu, membuat nafasnya terasa sesak. Saat Li Jing menoleh ke belakang, dia melihat bayangan A Xiong di belakang Li Jing dari cermin d

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 59 Informasi Penting Xiao Xing

    "Tabib Feng berapa lama aku bisa bertahan? Apakah ada penawarnya?" "Ampun Yang Mulia, ada legenda kuno, racun kabut dingin hanya bisa disembuhkan dengan air suci di lembah Bulan Abadi. Itu hanya bisa ditemukan oleh orang-orang yang pilihan saja. Jika Yang Mulia mendapatkan air suci itu maka Yang Mulia akan bisa kenal oleh semua racun mematikan di dunia. Namun tidak ada seorang pun yang sampai kesana. Kecuali Wang Tabib Dewa itu sendiri," jawab Tabib Feng sambil menyeka keringat dingin di pelipisnya. "Apakah sangat parah?" "Untungnya tidak terlalu parah, tapi Yang Mulia tidak bisa gunakan energi dalam Yang Mulia lagi. Jika Yang Mulia gunakan maka racun kabut dingin itu langsung mengembang dan menjalar ke seluruh organ vital Yang Mulia," jelas Tabib Feng. "Raja ini bisa bertahan berapa lama?" "Jika Yang Mulia rajin meminum tonik yang Hamba buatkan khusus maka Yang Mulia akan berumur lebih panjang dari seharusnya saat terkena racun tersebut." "Jadi, aku masih bisa memerintah lebih

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 58 Sidang Pagi Hari

    "Lapor Yang Mulia, kami hanya ingin mengingatkan jika dua minggu lagi akan ada acara doa bagi para leluhur. Yang Mulia biasa mengadakan perjalanan untuk ziarah ke makam raja-raja terdahulu Kerajaan Langit dan meminta berkah bagi Kerajaan Langit. Jadi kami mengusulkan untuk segera di tunjuk para penanggungjawab yang akan mengurus pemberangkatan Yang Mulia," lapor Tuan Kim. "Terima kasih Tuan Kim, Anda sudah mengingatkan tradisi Kerajaan Langit. Baik, Raja ini menitahkan Tuan San saja yang mengurus segala kebutuhan dan persiapan upacara di makam para Raja terdahulu. Selaku Ketua Departemen Ritus dan Astronomi juga." "Hamba, akan melaksanakan titah Yang Mulia Bagindo Raja," jawab Tuan San cepat. "Baiklah, apakah masih ada lagi yang ingin dibicarakan?" "Untuk kali ini tidak ada, Yang Mulia," jawab para menteri. "Baiklah jadi kita akan persiapkan perjalanan panjang kita ke tempat para makan Raja terdahulu. Kita akan singgah di Kuil Keberuntungan juga yang tidak jauh dari makam para R

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 57 Janji Sang Raja

    Wang Ming terus membuat Li Jing puas. Kini Wang Ming yang pegang kendali. Wang Ming langsung membuka kedua paha mulus Li Jing lebar -lebar dan memposisikan miliknya yang juga sudah tidak sabar untuk menikmati hangatnya milik Li Jing. Raja menggesek-gesekkan miliknya yang sudah keras dan besar itu ke milik Li Jing yang sudah basah dan mulai masuk perlahan-lahan. Blessssttttt! Akhirnya masuk juga, Wang Ming mulai menggerakkan dirinya maju mundur dan mulai mencapai kedalaman yang paling dalam milik Li Jing. Tubuh Li Jing melengkung dan menarik leher Wang Ming, bibirnya menciumi bibir Wang Ming. Wang Ming menyambut dengan rakus. Pertukaran saliva kembali terjadi. Hingga akhirnya Wang Ming pun tiba ke puncak kenikmatannya juga. Bersamaan dengan Li Jing, membuat keduanya kini ambruk dan saling memeluk. Tangan Wang Ming masih meremas - remas dada Li Jing, kemudian baru mengecup kening Li Jing yang sudah berkeringat banyak. "Malam ini, Ratuku sangat luar biasa, Raja ini jadi kewalaha

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 6 Kecurigaan Raja

    “Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 5 Dekrit Raja

    “Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 4 Jebakan Yang Menjadi Bumerang

    Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. “Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. “Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah ka

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 3 Racun di Cawan Anggur

    Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status