หน้าหลัก / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 65 Penolong Budiman Yang Misterius

แชร์

Bab 65 Penolong Budiman Yang Misterius

ผู้เขียน: Purplelove77
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-29 21:17:39

Trang! Takkk!

Anak panah itu langsung jatuh ke tanah saat sebuah anak panah lain mendorongnya jatuh. Semua orang menahan nafas. Raja Wang Ming terpejam pasrah.

Kasim Liang langsung berlutut dan semua pengawalnya langsung tersungkur. "Hampir saja, hampir saja kepala kita lepas dari tubuh kita karena gagal menyelamatkan Raja," seru beberapa pengawal tetap dalam sikap tersungkur di depan kaki Wang Ming.

Setelah beberapa saat tidak merasakan sakit di dada kirinya, Raja Wang Ming pun perlahan me
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 78 Kudeta Pangeran Sulung

    "Kau berani menuduh Ratuku dan keluarganya?" Wang Ming melangkah maju lagi, aura keagungannya meledak keluar seakan ombak besar yang menghantam pantai. "Satu kata lagi kau menghina Ratu, Raja ini pastikan kepalamu jatuh ke tanah sebelum kau sempat berkedip."Suasana tegang seketika. Pedang-pedang diangkat lebih tinggi. Namun sebelum bentrokan terjadi, seorang pelayan istana berlari tergopoh-gopoh dari arah dalam, wajahnya pucat pasi. Ia berlutut di depan Wang Ming dan Li Jing, lalu menunduk dalam."Yang Mulia Ratu, ada pesan mendesak dari dalam istana," ucapnya dengan suara bergetar. "Paman dan Bibi kedua, Yang Mulia Ratu telah dibawa pergi oleh Pangeran Sulung. Dia dikurung di menara utara dan yang lebih buruk..."Pelayan itu menelan ludah dengan susah payah sebelum melanjutkan, matanya menatap Wang Ming dengan penuh ketakutan."Pangeran Sulung sudah memerintahkan untuk membakar seluruh sayap istana tempat tinggal para selir yahh tersisa dan pengawal setia Yang Mulia Baginda Raja,

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 77 Sambutan Di Balik Gerbang Kerajaan

    Pasukan pengawal bergerak di belakang mereka, langkah kaki berirama memecah keheningan pagi yang dingin. Setiap langkah mendekat ke gerbang istana terasa seperti melangkah masuk ke dalam mulut naga yang siap menelan mereka utuh."Kau yakin ingin ikut ke dalam?" tanya Wang Ming pelan, matanya tak lepas dari wajah istrinya. "Aku bisa menyuruh seseorang mengantarmu ke tempat yang aman sampai semuanya selesai."Li Jing mempererat genggaman tangannya, menatap lurus ke arah gerbang utama yang kini tampak tertutup rapat. "Kau pikir setelah semua yang terjadi aku akan membiarkanmu menghadapi mereka sendirian? Aku sudah bilang, Wang Ming. Kali ini aku tidak akan pergi ke mana-mana.""Karena kau memilihku?" kata Wang Ming lembut, jempolnya mengusap punggung tangan Li Jing dengan gerakan yang begitu lembut, kontras dengan suasana yang mengancam di sekeliling mereka."Karena aku memilihmu," jawab Li Jing tegas, lalu tersenyum tipis yang membuat hati Wang Ming berdebar kencang, "juga karena aku in

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 76 Kembali ke Istana

    Pelayan itu jatuh berlutut, suaranya gemetar. "Baginda. Berita dari istana. Para pejabat utama telah menyatakan bahwa Ratu telah menghilang tanpa izin dan bahwa Baginda telah jatuh ke dalam perangkap. Mereka sudah mengangkat Pangeran Sulung sebagai penguasa sementara."Wang Ming mengeratkan genggamannya pada tangan Li Jing hingga nyeri terasa, tapi tidak ada yang melepaskan diri. Ia menoleh ke arah Li Jing, senyum tipis namun penuh keteguhan muncul di bibirnya."Mereka pikir mereka sudah memenangkan permainan ini," ucap Wang Ming, matanya menyala dengan tekad yang baru. "Tapi mereka belum tahu bahwa mereka baru saja membuat musuh yang jauh lebih berbahaya dari sebelumnya."Li Jing menatapnya, dan untuk pertama kalinya bayang-bayang masa lalu yang kelam itu sedikit memudar. "Lalu apa yang akan kita lakukan, suamiku?"Wang Ming mendekatkan bibirnya ke telinga Li Jing, suaranya rendah dan berat, namun penuh janji yang membuat bulu kuduk berdiri."Kita akan kembali ke istana, istriku," bi

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 75 Konfrontasi dan Kejujuran.

    Suara benturan pedang berdentang memecah kegelapan makam leluhur. Darah membasahi lantai batu yang dingin. Li Jing bergerak laksana bayangan, setiap ayunan pedangnya tajam dan pasti, menebas siapa saja yang mendekati Raja. Jubah kerajaan yang ia kenakan berkibar di angin malam, wajahnya yang biasanya tertutup ketenangan kini digerangi amarah dan ketegangan.Wang Ming berdiri di tengah kepungan, pedang di tangannya bergetar bukan karena takut, tapi karena pengakuan yang baru saja menghantam hatinya. Ia menatap sosok wanita itu, setiap gerakannya, setiap cara ia memiringkan kepala saat menghindari serangan. Semuanya sama persis. Sosok yang berulang kali menariknya dari tepi kematian di Hutan Kabut Terlarang, di lorong-lorong istana yang gelap, di tempat-tempat yang ia pikir hanya dikunjungi oleh keajaiban atau mimpi."Kau," suara Wang Ming parau, hampir tenggelam di dalam bunyi pertarungan. "Selama ini kau."Li Jing tidak menoleh sepenuhnya, pedangnya menangkis serangan yang ditujukan l

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 74 Nasihat Sang Jenderal

    Li Jing segera menyusul rombongan Jenderal Lie Hyuan dan Kakaknya Lie Kwang saat mereka hampir tiba di sebuah jalanan sempit yang mendekati pegunungan. "Papa, Kakak, tunggu!" teriak Li Jing pada keduanya. Membuat kedua laki-laki gagah itu langsung menghentikan kuda mereka dan rombongan. Nafas Li Jing memburu saat tiba di hadapan kedua orang yang dia sayangi. "Pa, kalian dijebak. Kalian nanti akan menemui kumpulan bandit yang sengaja di bayar. Mereka bukan bandit biasa, tapi mereka adalah sekumpulan pembunuh bayaran yang akan menukar bahan makanan yang kalian bawa itu dengan bahan makanan yang busuk dan beracun! kalian harus ambil jalan yang memutar! Jangan lanjutkan perjalanan ini di arah sana Pa." "Jing'er, apakah kau tahu ini berita yang sebenarnya? Apakah ini bukan sebagai jebakan?" Mereka tidak akan berani menyerang rombongan kami secara nyata, pasti mereka akan menipu dengan cara licik!" jelas Jenderal Lie Hyun tegas pada sang putri kesayangannya. "Apa? Jadi mereka punya

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 73 Usaha Li Jing

    Saat Wang Ming termangu di tendanya, Pangeran Dukung masuk menemui Wang Ming. "Salam Yang Mulia," sapa Wang Dong. "Ya, ada apa Kakak sulungku tiba-tiba menemui aku di larut malam begini? Apakah tenda Kakak bermasalah atau tidak nyaman?" "Adik, kakak sulung tahu kau terakhir ini begitu lelah, bolehkah kakakmu ini membantu. Kakak lihat kau terlalu lelah hingga kau abaikan para wanita mu, bagaimana kau istirahat saja biar kakak bantu kau menangani kekacauan ini. Kakak lihat ada beberapa orang datang menyerbu mu lagi." Wang Ming terdiam, ada seulas senyum tipis yang tidak mencapai mata menghias tipis dan sekilas di sudut bibir Wang Ming. "Kakakku memiliki pengamatan yang begitu tajam. Terima kasih, adikmu ini merasa sangat diperhatikan. Sehingga adikmu ini semakin semangat untuk mengurus semua urusan ini hingga tuntas. Masih ada tikus- tikus kecil yang bermimpi menjadi Harimau di sekitar adikmu ini, apakah kakak tahu?" sindir Wang Ming membuat rahang Pangeran Wang Dong mengeras dan k

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 2 Nasib Sang Ratu

    “Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 1 Insiden Di Tengah Pesta

    Keramaian di tengah pesta ulang tahun Raja Wang Ming di Kerajaan Langit begitu menyita perhatian banyak tamu undangan. Namun kegaduhan terjadi saat itu. "Lapor, Baginda Raja!" seru seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh dan langsung tersungkur di depan tahta Raja. "Ada apa?" tanya Ibu Suri Ron

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 4 Jebakan Yang Menjadi Bumerang

    Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. “Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. “Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah ka

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 3 Racun di Cawan Anggur

    Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status