Home / Rumah Tangga / Ceraikan Aku, Mas! / 127 - Chat Tak Jelas

Share

127 - Chat Tak Jelas

Author: Siez
last update publish date: 2026-07-31 12:06:33

Ruko Sambal Bunda masih berantakan. Kardus-kardus milik PT XYZ menumpuk di sudut dan belum disegel. Mesin penyegel dalam keadaan panas. Karyawan sedang beristirahat untuk menunaikan salat zuhur. Aroma cabai goreng masih menggantung di udara, pedas dan menusuk hidung.

Azalea duduk di depan mesin penyegel. Ia mengenakan kaus oblong hitam kebesaran, celana olahraga, dan rambut sebahunya diikat asal. Wajahnya tampak pucat, matanya sembap akibat menangis semalam. Di depan laptop, siaran lan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ceraikan Aku, Mas!   165 - Ada Syaratnya

    Bu Venia akhirnya menepi di depan sebuah warung. Ia mematikan mesin mobil. Hujan masih turun. Ia menatap Bu Lidya, menatap seorang ibu yang sudah tidak punya apa-apa, tetapi masih punya cinta yang besar, walaupun cinta itu pernah salah arah.Bu Venia menghela napas, menggenggam tangan Bu Lidya yang dingin dan keriput itu dengan kedua tangannya.“Bu Lidya...” katanya pelan, dengan suara yang bergetar karena menahan haru. “Terima kasih sudah jujur sama saya, Bu. Ini yang saya butuhkan. Kejujuran Ibu ini justru bisa membantu Vanessa.”Bu Lidya mengangkat wajahnya, ada harapan kecil.“Pengakuan Ibu tidak bisa membuat Ibu menggantikan Vanessa di penjara, Bu. Hukum tidak seperti itu. Tidak bisa tukar badan. Tapi pengakuan Ibu ini bisa jadi bukti bahwa Vanessa tidak merencanakan ini sendirian. Bahwa ada tekanan dari Ibu, ada doktrin yang salah sejak kecil, ada faktor ekonomi keluarga yang terpuruk. Itu bisa jadi hal yang meringankan

  • Ceraikan Aku, Mas!   164 - Bisakah Saya Gantikan Vanessa?

    Mobil Avanza putih milik Bu Venia melaju pelan membelah hujan sore Jakarta. Wiper bergerak cepat, menyapu air yang terus turun. Di dalamnya, AC menyala pelan, tetapi hawa di dalam mobil tetap terasa dingin bukan karena AC, melainkan karena cerita yang akan keluar dari mulut seorang ibu yang sudah hancur.Bu Lidya masuk ke dalam mobil Bu Venia dengan tubuh masih basah kuyup. Bu Venia telah memberikan jaketnya dan menyalakan penghangat. Bu Lidya duduk di kursi penumpang depan, memeluk kantong plastik berisi roti hancur itu seperti memeluk bayi. Tangannya masih gemetar.Bu Venia tidak langsung menyalakan mobil tadi. Ia biarkan Bu Lidya mengatur napas dulu. Setelah beberapa menit, ia baru menjalankan mobil, mengantarkan Bu Lidya ke kontrakannya yang sempit di daerah Rawamangun.Di perjalanan, suasana hening untuk waktu yang lama. Hanya suara hujan dan suara mesin mobil.Akhirnya, Bu Venia membuka percakapan dengan suara yang sangat lembut, tidak seperti penga

  • Ceraikan Aku, Mas!   163 - Ibu Yang Sudah Retak

    Hujan belum berhenti ketika Bu Lidya keluar dari gerbang Rutan.Jam menunjukkan pukul empat lewat sepuluh sore. Langit Jakarta berwarna abu-abu kotor, sama kotornya dengan selokan di depan rutan. Para pembesuk lain berlari-lari kecil mencari ojek payung, mencari angkot, menelepon keluarga untuk dijemput. Tidak ada yang peduli pada seorang perempuan tua berkerudung hitam pudar yang berdiri mematung di bawah hujan, tanpa payung, tanpa tas, hanya memeluk kantong plastik bening kosong yang di dalamnya tadi ada roti sobek untuk Vanessa.Roti itu tidak jadi diberikan. Petugas bilang roti dari luar tidak boleh masuk karena takut diselipkan narkoba. Roti itu sekarang hancur di dalam plastik, terkena hujan, menjadi bubur.Bu Lidya membiarkan tubuhnya basah kuyup. Air hujan menetes dari ujung kerudungnya, masuk ke matanya yang sembab, bercampur dengan air mata yang tidak pernah berhenti sejak satu bulan terakhir. Ia tidak merasakan dingin. Sejak kematian Pak Hasan, sejak

  • Ceraikan Aku, Mas!   162 - Vanessa Manipulatif

    Kalimat itu meluncur dari bibir Vanessa yang pecah-pecah, pelan, manis, tetapi sedingin es.Bu Lidya yang masih berpegangan pada kursi plastik di ruang besuk Rutan Pondok Bambu itu membeku. Air matanya berhenti sesaat. Ia menatap anak kandungnya sendiri melalui kaca buram yang penuh dengan goresan kuku para pembesuk sebelum mereka.“Nessa... maksud kamu apa, Nak? Buktikan gimana?” suara Bu Lidya bergetar.Vanessa tidak langsung menjawab. Ia memundurkan kursi rodanya sedikit, lalu memutar rodanya yang berdecit itu dengan tangannya yang kurus dan penuh bekas garukan. Ia menikmati ketakutan di wajah ibunya. Untuk pertama kalinya sejak ia masuk ke rutan ini, ia merasa berkuasa lagi. Bukan lagi korban yang dibully, tetapi ratu yang mengendalikan.Satu minggu di rutan mengubah Vanessa sepenuhnya.Di dalam sel berukuran tiga kali empat meter yang diisi dua belas orang, ia adalah yang paling lemah. Kakinya yang retak tidak bisa dipakai untuk me

  • Ceraikan Aku, Mas!   161 - Buktikan Ma!

    "Nanti aku akan bilang ke mas Arsen dulu, Bu. Tapi, aku tidak janji." tukas Azalea perlahan."Ibu mohon." Bu Lidya terus memaksa."Maaf, Bu. Tolong ibu kooperatif dengan saya. Bukannya saya tidak mau atau bagaimana terhadap Vanessa. Tapi memang bukan saya yang melaporkannya. Dan ... kalau pun ibu terus berlutut. Saya juga tidak bisa membantu banyak. Maaf, Bu. Saya juga masih ada kerjaan lain." balas Azalea."Baiklah. Ibu mengerti. Tapi ... tolong bantu Vanessa.""Insyaallah. Tapi saya tidak janji apapun ya, Bu."Bu Lidya mengangguk. Ia dibantu berdiri oleh Azalea. Lalu, tak lama setelahnya, Bu Lidya pergi dari hadapan Azalea.*Setelah kepergian Bu Lidya dari rumah produksinya, Azalea langsung mengunci pintu rumah produksi dan menghubungi Arsen. Tangannya masih bergetar hebat. Apalagi setelah kelakuan kasar dari Bara.Panggilan tersambung pada dering kedua.“Halo, Zel? Ada apa?” suara Arsen terdengar ce

  • Ceraikan Aku, Mas!   160 - Bara Yang Kasar

    "Vanessa yang salah dan memang seharusnya dia di penjara! Sudah berapa kali saya bilang jangan ganggu Azalea! Anak Ibu itu penjahat! Dia yang menjebak orang! Dia yang hampir menghancurkan hidup orang!"Azalea kaget setengah mati dengan perlakuan kasar Bara kepada Bu Lidya. Ia langsung berlari melindungi Bu Lidya."MAS BARA! APA YANG KAMU LAKUKAN! JANGAN KASAR!"Azalea memeluk Bu Lidya yang terisak ketakutan di lantai. Tubuh Bu Lidya gemetar hebat.Bu Lidya menangis sambil memegangi lengannya yang tadi ditarik Bara. "Sakit, Nak..."Bara masih berdiri dengan napas memburu, mengepalkan tangan, menatap Bu Lidya dengan benci. Namun saat matanya bertemu dengan mata Azalea yang penuh air mata dan ketakutan — bukan takut pada Bu Lidya, tapi takut padanya — Bara langsung terdiam.Azalea menatap Bara dengan tatapan ngeri."Mas Bara... kamu... kamu kasar sama orang tua... kamu tarik ibu-ibu sampai jatuh... kamu... kamu masih sama sep

  • Ceraikan Aku, Mas!   4 - Digeledah Ibu Mertua

    Azalea menghentikan gerakannya. Dia menoleh pelan. "Buat apa aku mencuri, Bu? Emas kawin sudah Ibu ambil. Rumah ini atas nama Mas Bara. Aku tahu diri. Ini ... Atm mu." Wanita itu melemparkannya ke lantai. Keyna tiba-tiba bersuara dengan nada dibuat-buat lemah sambil mengelus perutnya. "Udah, Tante

  • Ceraikan Aku, Mas!   3 - Bukan Rumahku Lagi

    Mobil Azalea berhenti di depan pagar rumah yang selama tiga tahun dia sebut sebagai “rumah tangga”. Rumah dua lantai bercat putih gading dengan taman kecil di halaman depan. Dulu, Azalea yang merawat setiap sudut rumah itu dengan tangannya sendiri. Dia yang memilih warna gorden. Dia yang menata fot

  • Ceraikan Aku, Mas!   2 - Talak Pertama

    Bara tidak menjawab. Ia membuang muka, menatap ke arah lain. Rahangnya mengeras.Yang menjawab justru suara lain dari belakang rombongan. Suara yang lebih melengking, lebih tua, dan lebih menyakitkan dari apa pun."Ngapain kamu ke sini, Azalea? Mau bikin malu keluarga kami, ya?"Bu Ratna. Ibu mertu

  • Ceraikan Aku, Mas!   1 - Ijab Kabul

    Jam pada telepon genggam Azalea Maharani menunjukkan pukul 14.27 WIB ketika pesan itu masuk. Sebuah pesan dari nomor tidak dikenal, tanpa nama kontak, hanya deretan angka asing yang tiba-tiba mengusik ketenangannya.*Mbak Azalea, maaf mengganggu. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa saat ini suami Mb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status