Keesokan paginya, saat Sheila terbangun, hari sudah terang.Dia keluar dari kamar dan melihat Jevan sudah duduk di meja makan, sementara meja di hadapannya kosong tidak ada apa pun.Wajahnya tampak muram. Begitu mendengar langkah kaki, dia mengangkat kepala dan menatap Sheila. "Kenapa nggak bikin sarapan?"Sheila berjalan ke dapur, menuangkan segelas air hangat untuk dirinya sendiri, lalu meneguknya perlahan. "Akhir-akhir ini aku kelelahan, jadi nggak bisa bangun pagi. Di luar banyak yang jual sarapan, kamu beli aja sendiri."Jevan tersedak melihat sikapnya yang seolah itu hal yang wajar. Dia memijat pelipisnya yang berdenyut dan berkata dengan nada tidak sabar, "Kamu 'kan tahu, aku sama Jodi pemilih kalau soal makanan. Mana mungkin kami makan makanan dari luar?"Dia berhenti sejenak, seolah malas memperpanjang perdebatan, lalu berdiri. "Udahlah, ayo pergi. Temani aku ke rumah sakit dulu. Kemarin Jodi kesakitan setelah disuntik dan manggilin kamu terus."Sheila meletakkan gelasnya dan
Read more