Raka menyipitkan mata. Dalam sepersekian detik, dia merasakan sensasi yang familiar itu. Dunia di sekelilingnya melambat. Gerakan mereka yang tadinya cepat kini tampak lambat Cincin di jari manisnya berdenyut hangat, seolah menyambut pertarungan depan mata.Bagi Raka, waktu terasa merangkak. Tetapi, bagi orang-orang di sekelilingnya, yang mereka lihat hanyalah bayangan yang menghilang dan muncul di waktu bersamaan.“Jangan menjauh dari punggungku.” Raka berbisik pada Shakira.“Ti-tidak akan!” Shakira menjawab gemetar. Jarinya mencengkram erat bagian belakang kemeja Raka.Tiga orang menyerbu dari depan hampir bersamaan. Bagi mereka, itu adalah serangan yang tak mungkin dihindari. Tetapi, bagi Raka, dia punya cukup waktu untuk menghitung jarak, sudut, dan titik lemah pada lawan.Raka melangkah maju. Ia menghindari tinju pertama hanya dengan memiringkan kepala. Angin berdesir tipis melewati pipinya. Pukulannya meleset. Dalam gerakan yang sam
Read more