Sore itu setelah meminta Rino untuk mengawal Shakira pulang, ia bergegas masuk ke dalam sebuah cafe yang lokasinya tak seberapa jauh dari gedung Danu Artha Jaya Group. Sesaat lelaki itu berhenti melangkah. Tatapannya menjelajah ke dalam ruang dengan aroma kopi pekatnya itu, hingga menemukan sosok yang dicarinya. Perempuan cantik dengan rambut panjangnya yang tergerai itu baru saja menutup buku menunya. Ia buru-buru memperbaiki letak kacamatanya saat melihat Raka melangkah ke arahnya. “Sudah lama, nunggunya?” tanya Raka seolah akrab lalu mengulurkan tangan kanannya pada perempuan itu. “Jessica, kan? Aku Rakasya.” Jessica menghela napas. Alih-alih membalas uluran tangan Raka, ia justru menyilangkan tangannya, bersedekap di dada. “Langsung saja pada intinya,” ketus perempuan cantik itu dengan angkuh. “Kamu mau ketemu aku, buat apa?” Raka tersenyum. Dengan santai ia menurunkan tangannya dan m
Read more