Perempuan cantik itu tertunduk lesu di atas kursinya. Ia mengangkat kepalanya saat pintu ruang kunjungan itu dibuka.Senyumannya langsung merekah saat melihat sosok yang dikenalnya di depan pintu. “Raka!” Raka melangkah masuk. Ia langsung duduk di hadapan wanita tangguh yang kini justru terlihat rapuh itu. Wajahnya tampak pucat dan lebih tirus dari biasanya. “Tante Feli –” sapanya singkat. “Aku tahu, kamu pasti datang. Kamu pasti tolong aku,” ucapnya penuh harap. “Tan, kali ini aku gak bisa bantu apa-apa,” sahut Raka, memadamkan harapan Tante Feli seketika, Senyum di wajah perempuan empat puluhan itu langsung lenyap. Ia kembali tertunduk lesu, seakan tak ada hasrat untuk melanjutkan hidup. “Tan, cuma satu cara buat lolos dari semua ini. Tante harus mengakui semuanya dengan jujur. Tante harus mau bekerja sama dengan para penegak hukum agar hukuman yang tante terima nanti, lebih ringan,” bujuk Raka.“Tante n
Read more