Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 197. Kecurigaan Anissa

Share

Bab 197. Kecurigaan Anissa

last update publish date: 2026-09-26 18:00:54

Raka mengikuti Shakira masuk ke dalam kantor. Tepat di depan ruang rapat, dua orang langsung menghadang mereka.

“Selain yang berkepentingan, dilarang masuk!”

Shakira memutar tubuhnya. Ia tersenyum tipis penuh ketegaran pada Raka. “Kamu … tunggu saja di sini. Aku … pasti bisa menghadapi mereka.”

Raka mengepalkan tangannya. Ia sama sekali tidak menyangka, kedua orang itu seperti meremehkan status Shakira, yang jelas ada di puncak tertingginya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 199. Skeptis

    “Aku cuma pengawal. Mana mungkin orang seperti Bu Shakira mau sama aku,” sahut Raka. Lelaki itu tertawa terkekeh, walau hatinya menjerit mengamini pernyataan Jessica. “Kalau kamu? Memangnya kamu mau punya pacar macem aku?” Pertanyaan itu membuat Jessica terkejut. Gadis itu langsung diam seketika. “Papi sama Mami nggak akan setuju, sih,” sahut Jessica, “mereka sudah jodohin aku sama si Rangga.” “Rangga … siapa?” tanya Raka penasaran. “Putra sulungnya Pak Devon.” Jessica menjawab dengan frustasi. “Kamu suka sama dia?” tanya Raka lagi. Jessica menggelengkan kepalanya. Tentu saja dia tidak suka. Rangga sangat arogan. Dia sering kali membentak Sari, sekretarisnya hanya karena sebuah kesalahan kecil saja. “Mau nggak, aku bantu?” tawar Raka. “Bantu apa?” “Bantu lepasin perjodohan.” “Kamu gila?” Jessica langsung melotot.

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 198. Jessica

    Sore itu setelah meminta Rino untuk mengawal Shakira pulang, ia bergegas masuk ke dalam sebuah cafe yang lokasinya tak seberapa jauh dari gedung Danu Artha Jaya Group. Sesaat lelaki itu berhenti melangkah. Tatapannya menjelajah ke dalam ruang dengan aroma kopi pekatnya itu, hingga menemukan sosok yang dicarinya. Perempuan cantik dengan rambut panjangnya yang tergerai itu baru saja menutup buku menunya. Ia buru-buru memperbaiki letak kacamatanya saat melihat Raka melangkah ke arahnya. “Sudah lama, nunggunya?” tanya Raka seolah akrab lalu mengulurkan tangan kanannya pada perempuan itu. “Jessica, kan? Aku Rakasya.” Jessica menghela napas. Alih-alih membalas uluran tangan Raka, ia justru menyilangkan tangannya, bersedekap di dada. “Langsung saja pada intinya,” ketus perempuan cantik itu dengan angkuh. “Kamu mau ketemu aku, buat apa?” Raka tersenyum. Dengan santai ia menurunkan tangannya dan m

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 197. Kecurigaan Anissa

    Raka mengikuti Shakira masuk ke dalam kantor. Tepat di depan ruang rapat, dua orang langsung menghadang mereka. “Selain yang berkepentingan, dilarang masuk!” Shakira memutar tubuhnya. Ia tersenyum tipis penuh ketegaran pada Raka. “Kamu … tunggu saja di sini. Aku … pasti bisa menghadapi mereka.” Raka mengepalkan tangannya. Ia sama sekali tidak menyangka, kedua orang itu seperti meremehkan status Shakira, yang jelas ada di puncak tertingginya. Tapi Raka tak bisa mengabaikan permintaan perempuan cantik itu. Ia pun menganggukkan kepalanya dan melihat perempuan cantik itu masuk ke dalam ruangan yang tertutup rapat itu. Raka baru saja melangkahkan kakinya menuju dapur kecil perusahaan untuk mencari segelas kopi, saat merasakan seseorang menyentuh tangannya. Telapak tangan dingin yang lembut dan jemarinya yang ramping itu menarik tangan Raka menuju dapur yang sepi. “Mas Raka! Kena

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 196. Bukan Rayuan

    Shakira langsung mengalihkan pandangannya ke bawah. Tapi matanya justru melihat yang tak seharusnya. Ia melihat sesuatu yang menonjol di balik celana berbahan kain yang dipakai pemuda itu. Cepat, wanita itu mengalihkan pandangannya ke arah balkon dengan kegugupan yang sangat kentara. “Apa … kamu … mau batalin kontrak kerja kita?” Raka segera memakai kaos abunya. Kaos berukuran large itu, tak bisa menyembunyikan otot-otot yang terbentuk di lengan dan dadanya yang lebar. “Enggak. Aku pikir, sementara ini biar aku sendiri yang akan mengawalmu,” ujar Raka kemudian, “... sementara aku harus membekali yang lainnya kemampuan bela diri yang lebih lagi.” Raka menatap pantulan dirinya di cermin. Sesaat ia menghela napas. Penampilannya saat ini terlalu santai, tidak sepadan dengan penampilan Shakira yang justru sangat rapi dengan blazer biru pucatnya. Lelaki muda itu meraih sebuah kemeja dan memakainya. Setidaknya i

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 195. Delusi Atau Realita?

    Raka masuk ke dalam kamar mandi. Sesaat ia menghentikan langkah dan menatap cermin besar yang berdiri di hadapannya. Bayangan seorang lelaki tampan dengan kulit eksotis dan badan tegap itu masih ada. Otot-otot indah yang menyelimuti setiap bagian tubuhnya itu masih sama. Lelaki itu kembali menghela napas. Ia masih merasa aneh. Penghuni cincin itu biasanya selalu ikut campur dan melarangnya untuk menyentuh wanita. Tapi kali ini berbeda. Raka mengerutkan keningnya dan mulai berpikir tentang beberapa kemungkinan. “Jangan-jangan … selama ini cuma delusi? Kalau memang benar ada pangeran Respati di cincin ini, kenapa dia pilih pilih perempuan? Kenapa dia tidak teriak-teriak ketika aku punya pikiran mesum pada Shakira? Atau … jangan-jangan … Shakira bukan perempuan?”“Tapi … dia begitu cantik, sempurna, tubuhnya begitu indah. Kulitnya sangat mulus, dan …” Raka mengamati jari yang semalam sempat masuk ke dalam mulut wanita cantik itu. “... pasti menyenangkan kal

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 194. Aneh ....

    Shakira langsung berbalik. Tapi sebelum kakinya kembali melangkah, ia kembali memutar tubuhnya. “Awas! Kamu … jangan mikir macam-macam.” Lagi-lagi ancaman itu keluar begitu saja dari bibir cantiknya. Raka masih bergeming di tempatnya. Tapi sesaat kemudian, seulas senyuman muncul di wajahnya. “Dia … memang cantik. Apalagi kalau sedang malu,” batinnya. Shakira menyentuh dadanya sendiri. Ada debaran kencang saat sepasang matanya bertemu dengan mata Raka. Entah kenapa ia merasa pemuda itu berbeda dengan kebanyakan yang ditemuinya. Bukan hanya perawakannya, tapi juga wajahnya yang tampan. Dan … ia masih tak bisa melupakan punggung lebar yang kemarin sudah menjadi tempat perlindungannya. Bahkan saat melihat lelaki itu melakukan gerakan intens turun dan naik itu. Entah kenapa ia justru membayangkan dirinya ada tepat di bawahnya. Jemarinya seperti tak sabar ingin menyentuh kulit eksotisnya yang berkilau karena k

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status