Sekitar jam 3 sore, Teja dan Nana akhirnya tiba di area Perguruan Silat Teratai Kembar dengan mengendarai Pajero Sport putih milik Teja.Teja kemudian melangkah tenang memasuki ruang pertemuan utama perguruan tersebut didampingi oleh Nana di sampingnya.Di dalam ruangan sana, barisan kursi sudah tertata rapi berjajar menyerupai tata ruang perkuliahan kampus dengan sebuah meja besar yang diletakkan di ujung paling depan."Selamat datang, Ketua," sapa Sanjaya, Herman, Lukito, Marlan, Wiryo, dan Linda.Ada dua orang pria paruh baya lagi yang wajahnya belum pernah dikenal oleh Teja sebelumnya."Selamat siang menjelang sore semuanya, silakan duduk kembali," balas Teja sembari melemparkan senyuman ramah kepada seluruh hadirin yang ada di ruangan.Teja pun langsung melangkah menuju barisan paling depan dan mengambil posisi duduk di kursi utama yang memang khusus disediakan untuk pemimpin tertinggi asosiasi.Melihat kedatangan sahabatnya, Linda segera bergerak menarik tangan Nana dengan antus
Read more