“Mas Nara?”Zalina mendongak, menatap suaminya dengan mulut terbuka dan takoyaki yang baru saja sampai di bibirnya dan belum sempat ia gigit. Naradhiya menggeleng pelan, lalu menunduk dan melahap semua makanan yang hampir masuk ke dalam mulut Zalina dengan sekali suap.Bibir mereka hampir bersentuhan membuat Zalina mengerjapkan matanya syok sebelum akhirnya sadar kalau mereka sedang menjadi pusat perhatian. Ia mendorong dada suaminya pelan, memalingkan wajahnya guna menyembunyikan rona merah di pipinya.“Kamu ngapain sih, Mas?” tanya Zalina gugup.“Aku nungguin kamu main-main dengan berondong,” jawab Naradhiya sarkas, sudut bibirnya menyeringai sinis. “Dan bukannya ke mobil, kamu malah asyik makan di sini. Kamu nggak tau gimana rasanya melihat istri sendiri malah jalan sama cowok lain?”Zalina melipat bibirnya, ada rasa bersalah, tapi mereka melakukan ini karena kesepakatan bersama. Dan sekarang Naradhiya malah sok cemburu. Namun melihat wajah kesal suaminya, entah kenapa membuat Zali
Terakhir Diperbarui : 2026-09-28 Baca selengkapnya