Langkah Rosalynd terasa begitu berat meskipun sudah menjauh dari koridor taman. Sindiran tajam Catherine yang menyebutnya sebagai harimau kecil berbahaya terus berputar di kepalanya, membuat kepalanya sedikit pusing. "Selir Rosalynd, sungguh sebuah kebetulan yang sangat tidak menyenangkan bagi kami semua disini.” Suara itu terdengar tidak asing bagi Rosalynd. Oleh karena nya, langkahnya tepat berhenti di pintu gerbang pelataran. Catherine sengaja memotong jalan pintas bersama dua selir lain, yaitu selir Fiona dan selir Irene. "Apakah ada yang belum selesai, selir Catherine? Saya pikir, pembicaraan kita di koridor taman tadi sudah sangat jelas," ucapnya setenang mungkin. Catherine mendekati Rosalynd dan membiarkan ujung sepatunya bergesekan dengan lantai marmer. "Jelas? Kau bilang jelas? Mungkin bagimu, pembicaraan tadi sudah jelas karena kau baru saja keluar dari ruang kerja kaisar dengan membawa hadiah mewah. Namun bagi kami, tingkahmu sangat menjijikkan!" "Benar seka
더 보기