แชร์

Bab 69

ผู้เขียน: Trya Dhafi
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-22 23:17:03

Mobil taksi baru beberapa ratus meter meninggalkan club eksklusif itu, membelah dinginnya malam Paris.

Di kursi belakang, tubuh Viona mulai bergerak gelisah. Dia bahkan sampai membuka mantelnya.

"Reno..."

Suara wanita itu terdengar lirih dan berat, seolah sedang menahan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.

Reno segera menoleh. "Iya, Vi. Kenapa, ada yang tidak nyaman?"

Viona mengangkat wajah perlahan. Kedua pipinya memerah tidak normal, sementara napasnya terdengar sedikit memburu.

"Panas...."

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 120

    Reno hanya melempar senyum tipis tanpa membeberkan identitas wanita di sampingnya. Dengan tenang dan sopan, pria berbadan tegap itu melangkah mendekati para tetangga, menyalami mereka satu per satu.Viona hanya bisa melempar senyum canggung. Baru pertama kalinya merasakan seperti ini. Apa memang seperti ini di kampung?Melihat kerumunan warga yang kian rapat dan raut lelah di wajah putranya, Bu Rahma akhirnya membuka suara. "Wis, wis... Reno kan baru sampai, pasti capek perjalanan jauh. Ayo masuk dulu, Le, istirahat di dalam."Pak RT yang mengerti situasi pun langsung mengibaskan tangannya ke arah warga. "Yo wis, bapak-bapak, ibu-ibu, bubar sek. Biar keluarga Bu Rahma istirahat dulu. Nanti lagi tanyanya."Perlahan para tetangga mulai membubarkan diri meski kasak-kusuk penasaran masih terdengar samar-samar. Reno kemudian mengangkat koper mereka masuk ke dalam rumah, disusul Viona yang terus mengekor di belakangnya.Begitu melangkahkan kaki melewati pintu depan, pandangan Viona refleks

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 119

    Reno tersenyum puas melihat efek sihir nama Yunita yang sukses membuat Viona melupakan rasa lelahnya. Dengan sikap posesifnya yang menggebu-gebu, Viona terus menggenggam erat jemari Reno.Reno paham betul bahwa kepulangannya kali ini bukan sekadar tentang mudik atau mengenalkan istri barunya. Ada benang kusut masalah keluarga, dan abangnya yang entah menghilang dan sembunyi dimana.Begitu roda pesawat domestik itu terangkat meninggalkan landasan menuju kampung halaman, Viona menyandarkan kepalanya di bahu Reno dengan nyaman.Setelah menempuh penerbangan domestik selama satu jam lebih yang diwarnai sikap makin posesif dan mepetnya Viona pada Reno, pesawat akhirnya mendarat mulus di bandara tujuan. Setelah mengambil bagasi, Reno menatap istrinya lekat-lekat, menyunggingkan senyum tipis sembari merapikan anak rambut yang menjuntai di wajah Viona."Vi, seperti yang aku bilang di pesawat tadi," ujar Reno lembut, menunjuk pakaian dan riasan Viona. "Pakai baju biasa aja dan dandan sekadarny

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 118

    Setelah puluhan menit bergulat panas di atas tempat tidur first class, ditambah sensasi mendebarkan ketika pesawat beberapa kali terguncang karena menembus awan tebal di tengah malam, keduanya akhirnya terbaring lemas saling memeluk. Karena berada di dalam kabin pesawat, kali ini mereka tidak benar-benar polos tanpa sehelai benang pun seperti biasanya, pakaian mereka hanya ditanggalkan sebagian dan kini sudah dirapikan kembali.Viona menyandarkan kepalanya di dada bidang Reno yang masih naik-turun mengatur napas, menyunggingkan senyum puas yang teramat sangat. Sentuhan dan keperkasaan Reno tak pernah gagal membuatnya melayang.Di tengah keheningan kabin yang hangat itu, Viona mendongak sedikit dan menatap suaminya."Ren... kalau bisa, kamu jangan bikin aku hamil dulu ya," letup Viona tiba-tiba dengan nada santai.Reno menaikkan sebelah alisnya, menatap Viona heran. "Lho, kok gitu?""Ya, aku masih mau menikmati kamu dan hubungan kita gini dulu, tanpa gangguan kehamilan," jawab Viona m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 117

    Reno tertawa kecil melihat reaksi spontan Viona yang mendadak cemberut di kursi kelas satu pesawat yang sedang melaju tenang menembus awan. Ia merengkuh bahu istrinya erat-erat, menarik tubuh Viona agar makin bersandar di dada bidangnya."Bukan gak boleh dandan sama sekali, Nona Cantik," goda Reno, menunduk untuk membelai pipi halus Viona yang masih ditekuk. "Kamu itu dandan tipis atau bahkan tanpa make up pun udah cantik banget dari lahir. Nanti kalau kamu dandan terlalu mencolok di kampung, yang ada orang-orang bukannya fokus sama urusan keluarga kita, tapi malah sibuk melotot mengagumi kecantikan istriku ini. Aku cuma gak mau kepemilikan aku dilirik pria-pria lain di sana."Mendengar ucapan manis yang dibungkus rasa cemburu posesif dari Reno, raut wajah Viona seketika melunak. Merah merona tipis menjalar di kedua pipinya. Ia menyunggingkan senyum manja, lalu mencubit pelan dada bidang Reno yang terbalut kaus tebal dan kemeja."Dasar Mas Mekanik posesif. Bisa aja ngelesnya," sahut V

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 116

    Sementara itu, atmosfer kelam menyeruak di dalam ruang kerja Dandi. Pria itu terduduk lesu di balik meja kebesarannya, menatap tumpukan berkas pembatalan kerja sama dan surat tagihan utang yang kian menggunung. Di depannya, Mila tampak frustrasi sembari memijit pelipisnya yang berdenyut hebat.Perusahaan yang dibangun dan dipertahankan Dandi dengan segala cara kini berada di ambang kehancuran total. Kerugian finansial yang membengkak dalam hitungan minggu membuat keuangan mereka benar-benar sekarat. Tidak ada lagi investor yang mau mengulurkan tangan, dan jangankan untuk memulihkan bisnis, untuk membayar gaji karyawan bulan ini saja mereka sudah tidak sanggup lagi. Perusahaan itu dipastikan runtuh, tak bisa diselamatkan sama sekali.Dandi mengusap wajahnya dengan kasar, napasnya memburu berat. Rasa bingung dan gelisah yang membakar dadanya perlahan berubah menjadi kecurigaan yang sangat besar."Nggak masuk akal," gumam Dandi dengan suara serak, matanya menatap kosong ke arah deretan d

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 115

    Mendengar kalimat pamungkas yang keluar dari bibir manis istrinya, Reno hampir saja tersedak sisa jus jeruknya. Tantangan Viona benar-benar di luar dugaan dan makin berani.Viona menyunggingkan senyum miring yang begitu menggoda, matanya berkilat nakal menatap Reno yang sedang terpaku."Kenapa harus nunggu nanti malam?" tantang Viona santai, menopang dagunya sembari menatap Reno dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Siang ini kan bisa, Reno. Mumpung kita masih bebas berdua di kamar suite hotel ini. Mau aku mendesah dan berteriak sepuasnya sampai suaraku habis pun, gak bakalan ada orang yang denger atau terganggu."Sengatan panas seketika kembali membakar seluruh aliran darah Reno. Rasa malu dan canggung yang tadi sempat hinggap kini lenyap sepenuhnya, digantikan oleh gairah pria perkasa yang terprovokasi oleh keagresifan sang istri.Reno menghabiskan sisa makanannya dalam dua suapan besar, lalu menyapu bibirnya dengan serbet. Ia bangkit dari kursi, melangkah perlahan mengikis jarak di

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 4

    Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 3

    Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 1

    "Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang-utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar." Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan la

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status