مشاركة

Bab 64

مؤلف: Trya Dhafi
last update تاريخ النشر: 2026-07-19 22:59:38
Viona mengembalikan ponsel milik Grace, lalu menyandarkan punggungnya ke sofa.

"Aku memang lagi honeymoon di Paris," jawabnya santai. "Cuma aku keluar sendiri karena pengin ketemu kamu."

Mata Grace langsung membulat. Wanita itu sampai lupa meletakkan cangkir kopi yang baru saja diangkatnya.

"Jadi beneran lagi honeymoon? Tapi kenapa kamu datang ke sini cuma sendirian?Suamimu ke mana?" tanya Grace.

Viona terkekeh pelan melihat reaksi temannya. "Dia lagi istirahat di hotel."

"Kenapa meman
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 122

    Reno menyunggingkan senyum miring yang tipis, penuh ketenangan. Bahunya yang tegap serta gesturnya yang santai namun berwibawa memancarkan aura dominan, seorang pria sejati yang siap menjadi benteng terdepan bagi keluarganya."Jawab aja kalau Mbakmu ini wanita karir dari Jakarta," jawab Reno tegas. "Soal kenapa kami baru pulang sekarang, bilang aja Masmu ini sibuk urus pekerjaan di luar kota sekaligus mendampingi istri. Gak perlu jelaskan detailnya."Ravita memilih diam, meskipun dalam hatinya masih banyak pertanyaan dan alasan serta jawaban apa yang harus dia ungkapkan nanti jika para tetangganya bertanya.Viona mendongak, menatap Reno dengan binar mata terpikat. Setiap kali Reno mengambil kendali dengan kepemimpinan dan ketegasannya seperti ini, dada Viona selalu berdesir hebat. Di matanya, Reno adalah sosok pria sempurna yang tak cuma perkasa di atas ranjang, tapi juga sangat tangguh di dalam kehidupan nyata.Reno lalu memegang jemari ibunya, menatap mata rentanya dengan kepastian

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 121

    Melihat derai air mata dan luka mendalam di mata wanita yang telah melahirkannya, Reno bergerak dari tempat duduknya. Ia berpindah duduk ke samping Bu Rahma, merengkuh bahu ringkih sang ibu dan mengusap lengannya penuh kehangatan. Ravita yang ikut berkaca-kaca segera menggeser duduknya, merapatkan diri di sisi lain Bu Rahma sembari mengelus punggung ibunya.Reno sengaja membisu, membiarkan sang ibu menuntaskan seluruh kepedihan, prasangka, dan tangis serta sesak di dadanya sampai napas wanita tua itu perlahan memelan dan mereda.Setelah suasana mereda dan Bu Rahma menyapu air matanya dengan ujung daster, Reno mengembuskan napas panjang. Ia menatap lekat mata ibunya, tak ingin ada kebohongan di antara mereka."Bu... dengerin Reno baik-baik ya," ujar Reno dengan suara yang begitu lembut. "Reno gak pernah berniat menyisihkan Ibu, apalagi gak menganggap Ibu. Pernikahan ini memang sama sekali gak pernah Reno rencanakan sebelumnya. Kami menikah juga bukan karena Viona hamil duluan."Reno me

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 120

    Reno hanya melempar senyum tipis tanpa membeberkan identitas wanita di sampingnya. Dengan tenang dan sopan, pria berbadan tegap itu melangkah mendekati para tetangga, menyalami mereka satu per satu.Viona hanya bisa melempar senyum canggung. Baru pertama kalinya merasakan seperti ini. Apa memang seperti ini di kampung?Melihat kerumunan warga yang kian rapat dan raut lelah di wajah putranya, Bu Rahma akhirnya membuka suara. "Wis, wis... Reno kan baru sampai, pasti capek perjalanan jauh. Ayo masuk dulu, Le, istirahat di dalam."Pak RT yang mengerti situasi pun langsung mengibaskan tangannya ke arah warga. "Yo wis, bapak-bapak, ibu-ibu, bubar sek. Biar keluarga Bu Rahma istirahat dulu. Nanti lagi tanyanya."Perlahan para tetangga mulai membubarkan diri meski kasak-kusuk penasaran masih terdengar samar-samar. Reno kemudian mengangkat koper mereka masuk ke dalam rumah, disusul Viona yang terus mengekor di belakangnya.Begitu melangkahkan kaki melewati pintu depan, pandangan Viona refleks

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 119

    Reno tersenyum puas melihat efek sihir nama Yunita yang sukses membuat Viona melupakan rasa lelahnya. Dengan sikap posesifnya yang menggebu-gebu, Viona terus menggenggam erat jemari Reno.Reno paham betul bahwa kepulangannya kali ini bukan sekadar tentang mudik atau mengenalkan istri barunya. Ada benang kusut masalah keluarga, dan abangnya yang entah menghilang dan sembunyi dimana.Begitu roda pesawat domestik itu terangkat meninggalkan landasan menuju kampung halaman, Viona menyandarkan kepalanya di bahu Reno dengan nyaman.Setelah menempuh penerbangan domestik selama satu jam lebih yang diwarnai sikap makin posesif dan mepetnya Viona pada Reno, pesawat akhirnya mendarat mulus di bandara tujuan. Setelah mengambil bagasi, Reno menatap istrinya lekat-lekat, menyunggingkan senyum tipis sembari merapikan anak rambut yang menjuntai di wajah Viona."Vi, seperti yang aku bilang di pesawat tadi," ujar Reno lembut, menunjuk pakaian dan riasan Viona. "Pakai baju biasa aja dan dandan sekadarny

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 118

    Setelah puluhan menit bergulat panas di atas tempat tidur first class, ditambah sensasi mendebarkan ketika pesawat beberapa kali terguncang karena menembus awan tebal di tengah malam, keduanya akhirnya terbaring lemas saling memeluk. Karena berada di dalam kabin pesawat, kali ini mereka tidak benar-benar polos tanpa sehelai benang pun seperti biasanya, pakaian mereka hanya ditanggalkan sebagian dan kini sudah dirapikan kembali.Viona menyandarkan kepalanya di dada bidang Reno yang masih naik-turun mengatur napas, menyunggingkan senyum puas yang teramat sangat. Sentuhan dan keperkasaan Reno tak pernah gagal membuatnya melayang.Di tengah keheningan kabin yang hangat itu, Viona mendongak sedikit dan menatap suaminya."Ren... kalau bisa, kamu jangan bikin aku hamil dulu ya," letup Viona tiba-tiba dengan nada santai.Reno menaikkan sebelah alisnya, menatap Viona heran. "Lho, kok gitu?""Ya, aku masih mau menikmati kamu dan hubungan kita gini dulu, tanpa gangguan kehamilan," jawab Viona m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 117

    Reno tertawa kecil melihat reaksi spontan Viona yang mendadak cemberut di kursi kelas satu pesawat yang sedang melaju tenang menembus awan. Ia merengkuh bahu istrinya erat-erat, menarik tubuh Viona agar makin bersandar di dada bidangnya."Bukan gak boleh dandan sama sekali, Nona Cantik," goda Reno, menunduk untuk membelai pipi halus Viona yang masih ditekuk. "Kamu itu dandan tipis atau bahkan tanpa make up pun udah cantik banget dari lahir. Nanti kalau kamu dandan terlalu mencolok di kampung, yang ada orang-orang bukannya fokus sama urusan keluarga kita, tapi malah sibuk melotot mengagumi kecantikan istriku ini. Aku cuma gak mau kepemilikan aku dilirik pria-pria lain di sana."Mendengar ucapan manis yang dibungkus rasa cemburu posesif dari Reno, raut wajah Viona seketika melunak. Merah merona tipis menjalar di kedua pipinya. Ia menyunggingkan senyum manja, lalu mencubit pelan dada bidang Reno yang terbalut kaus tebal dan kemeja."Dasar Mas Mekanik posesif. Bisa aja ngelesnya," sahut V

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 6

    Viona yang masih menarik pergelangan tangan Reno menuju dalam rumah, mendadak langkahnya berhenti saat mendengar pertanyaan itu. "Bagaimana dengan Axel? Apa kamu sudah dapat kabarnya lebih lanjut?" Tubuh Viona langsung menegang. Beberapa detik yang lalu dia masih sibuk mengomel soal acara keluar

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 5

    Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 1

    "Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang-utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar." Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan la

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status