Compartilhar

Bab 62

Autor: Trya Dhafi
last update Data de publicação: 2026-07-18 23:30:37
"Selamat sore, Nona..."

Suara Reno yang terdengar santai itu membuat Viona baru tersadar sepenuhnya.

"Astaga!"

Dengan wajah yang langsung memerah, Viona refleks melepaskan pelukannya. Ia buru-buru menarik kaki yang masih bertengger di atas paha Reno, lalu bergeser sejauh mungkin hingga hampir jatuh ke sisi ranjang.

"Aku... aku..." Viona gelagapan, benar-benar kehilangan kata-kata.

Reno hanya menatapnya sambil menahan tawa. Senyum tengil di wajahnya justru semakin lebar melihat kepanika
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 160

    Reno menarik napas panjang, meredam gejolak emosi di dadanya sebelum menegakkan punggung. Sorot matanya yang dingin menatap Rizal lurus-lurus, memotong atmosfer tegang di ruang tamu."Nggak ada apa-apa, Bang," jawab Reno datar, suaranya tenang. "Aku sama Viona cuma kangen Ibu, makanya pengen pulang sebentar."Rizal mengerutkan kening, merasa ada yang janggal dari keheningan dan tatapan mata orang-orang di ruangan itu. "Masa cuma kangen? Serius amat mukanya dari tadi? Ibu juga kayak habis nangis gitu. Kangen kan bisa telepon. Nggak usah mentang-mentang sekarang banyak uang, jadi sok-sokan."Reno berdiri, menghampiri abangnya itu lalu menepuk bahunya pelan. "Belum waktunya Abang tahu masalah ini. Lagi pula, nggak ada gunanya juga Abang tahu sekarang."Rizal menepis pelan tangan Reno dengan raut wajah berkerut, merasa disepelekan. "Dih, pelit amat informasi. Aku kan anak tertua di rumah ini, Ren. Harus tahu dong kalau ada masalah keluarga!""Kalau tahu pun, memangnya Bang Rizal bisa bant

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 158

    Reno mendongak, menatap wajah ibunya yang pucat. Ia mengusap punggung tangan Bu Rahma untuk menenangankannya."Tidak ada yang mengaku-aku, Bu," jawab Reno. "Tapi... beberapa waktu lalu di Jakarta, Reno bertemu dengan seseorang. Pria sebaya Reno yang wajahnya benar-benar mirip dengan Reno seperti saudara kembar."Bu Rahma tersentak, dadanya mendadak kencang. Ravita pun menghentikan tangisnya, menatap kakaknya dengan mata membelalak bingung."Maksud Mas Reno apa?" tanya Ravita menyela. "Mirip gimana?""Mirip sekali, Rav. Garis wajahnya, mata, rahangnya," timpal Viona pelan, membantu menyambung penjelasan suaminya. "Bahkan orang yang tidak kenal dekat, pasti tidak akan bisa membedakannya."Reno mengangguk pelan. "Itu alasan kami pulang dan bertanya pada Ibu malam ini. Pria itu punya keluarga kaya di kota, tapi kelakuannya sangat kacau. Melihat kemiripan kami yang tidak masuk akal, Reno cuma ingin mencari kebenaran, apakah Reno punya saudara kembar yang terpisah, atau ada rahasia lain di

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 157

    Napas Ravita tertahan di tenggorokan. Nampan berisi camilan di tangannya gemetar hebat. Ia menatap kakaknya dan sang ibu bergantian dengan raut wajah hancur dan tak percaya."Mas Reno... bicara apa, sih?" suara Ravita bergetar hebat menahan syok. "Kenapa Mas Reno tanya begitu sama Ibu? Mas Reno kan anak kandung Ibu. Kakak terbaikku. Pahlawan keluarga ini setelah bapak tiada."Namun, tak ada satu pun yang menjawab pertanyaan Ravita. Suasana di ruang tamu yang hangat kini berubah hening dan sedikit ketegangan.Viona mengusap punggung Bu Rahma dengan hangat meski dadanya berdegup kencang. Ia memajukan duduknya sedikit, siap mengantisipasi jika kondisi kesehatan Bu Rahma mendadak memburuk. Matanya tak lepas menatap raut wajah ibu mertuanya yang pucat pasrah.Bu Rahma masih mengelus lembut rambut Reno dengan tangan yang gemetar. Air mata perlahan menetes membashi pipinya yang mulai keriput, mengalir tanpa suara. Tatapan matanya tidak lagi memancarkan keterkejutan, melainkan penyesalan yang

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 156

    "Dengar, Ma," sela Dandi dengan suara memelan, mencoba merangkai logikanya yang kalut. "Kalau memang dulu anak kita tertukar di rumah sakit, itu artinya Reynald dan Axel ini bukan salah satu anak kandung kita. Karena waktu itu kamu cuma hamil tunggal, Ma. Nggak mungkin kamu melahirkan kembar. Jadi kemungkinannya cuma satu, Reynald dan Axel itu saudara kandung dari orang tua asli mereka, dan anak kandung kita entah tertukar ke mana."Kalimat Dandi menghantam dada Axel bagai pukulan telak. Pemuda itu tertawa sumbang, matanya memerah menahan tangis dan amarah yang meledak di kepalanya."Saudara kandung?" sinis Axel, menunjuk dirinya sendiri dengan dada naik-turun. "Papa bilang aku saudara kandung sama pria melarat yang tiba-tiba datang rebut Viona dan harta Darmawan itu? Enggak sudi, Pa. Aku ini anak Papa sama Mama. Aku Axel.""Nggak usah banyak protes dan banyak bicara kamu, Axel!" bentak Dandi menggelegar, menunjuk muka putranya hingga Axel terdiam kaku. "Semua orang di rumah ini sedan

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 155

    Reno meremas lembut jemari Viona, mencoba mengalirkan ketenangan sekaligus mencari kekuatan dari genggaman istrinya. Ia menarik napas panjang, menatap Darmawan dan Viona secara bergantian dengan raut wajah yang kian mantap."Saya akan tanya langsung pada Ibu," kata Reno, suaranya terdengar tegas, menyimpan getaran emosi yang ditahannya rapat-rapat.Viona menatap suaminya penuh perhatian. "Mau telepon Ibu sekarang, Ren? Aku bisa bantu sambungkan."Reno menggeleng pelan. "Enggak, Vi. Hal sepenting dan sesensitif ini enggak bisa dibicarakan cuma lewat telepon. Bicara di telepon cuma bakal bikin canggung, dan aku enggak bisa melihat reaksi Ibu secara langsung. Lebih afdol kalau kita bertemu muka secara langsung."Darmawan mengangguk setuju dengan keputusan bijak menantunya. "Langkah yang tepat, Reno. Rahasia besar seperti ini butuh pembicaraan tatap muka. Suasana hati dan gestur tubuh seseorang tidak akan bisa dibohongi saat bertemu langsung.""Lalu, kapan kita berangkat ke rumah Ibu, Ren

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 154

    Mila tersentak, menghentikan tangisnya seketika. Ia menatap suaminya dengan raut wajah tidak percaya, terluka oleh tuduhan absurd yang baru saja meluncur dari mulut Dandi."Papa bicara apa, sih?" seru Mila dengan suara serak, dadanya naik-turun menahan emosi. "Kenapa Papa sampai tega ngomong begitu? Aku sendiri yang melahirkan Axel. Aku ingat betul sakitnya, aku ingat betul bayiku. Nggak ada yang tertukar di rumah sakit.""Lalu bagaimana kamu menjelaskan pria yang jadi suaminya Viona sekarang, Ma? Papa baru saja lihat dia dengan mata kepala Papa sendiri di kantor Darmawan. Dia mirip sekali dengan Axel. Satu-satunya perbedaan cuma dia agak gelap, tapi jauh lebih gagah tinggi, tegap, dan berwibawa. Nggak mungkin dua orang asing bisa semirip itu kalau nggak ada hubungan darah. Jangan-jangan mereka sebenarnya saudara kandung... atau malah kembar yang terpisah."Mila terpaku sejenak, lalu matanya memicing tajam. Rasa sedihnya seketika berubah menjadi amarah baru yang mengarah tepat pada Da

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 4

    Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 3

    Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 1

    "Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang-utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar." Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan la

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status