Bab 93 Suara deham menteri tua itu menggema samar, memecah keheningan yang berat di Aula Agung. Mata semua pejabat tertuju padaku—sebagian besar penuh keraguan, sebagian lain penuh rasa ingin tahu, dan tak sedikit yang menyembunyikan kekhawatiran. Belum pernah ada seorang wanita, apalagi yang berpakaian sederhana dan tak memiliki gelar resmi yang diketahui umum, berjalan begitu tegak dan memanggil Kaisar dengan sebutan begitu akrab di hadapan sidang resmi. Kaisar Lian Cheng tetap diam sejenak, matanya meneliti setiap jengkal wajahku seolah mencari sesuatu yang hilang sekian lama. "Kau datang membawa sesuatu yang berat," ucapnya akhirnya, suaranya rendah namun terdengar jelas di setiap sudut ruangan. "Apa yang terjadi di tempat tugasmu?" Belum sempat aku menjawab, pintu aula kembali terbuka dengan tergesa. Tuan Jing Wei masuk dengan napas memburu, jubahnya sedikit berantakan, wajahnya pucat namun berusaha menampakkan kemarahan. Ia segera berlutut di hada
Last Updated : 2026-07-27 Read more