Raymond terlihat segar dengan kaus kasual dan celana santai, melangkah turun menuju area dapur. Suara langkah kakinya menyapa Bi Siti yang sedang sibuk merapikan meja dapur.“Bi, sarapan sudah siap?”Bi Siti yang sedang membelakangi meja langsung tersentak kaget. Perempuan paruh baya itu membalikkan badan dengan mata membelalak, memegang dadanya yang terkejut.“Eh, Tuan Raymond!” Bi Siti tampak heran, karena dia tidak mengetahui kedatangan Raymond. “Kapan Tuan datang? Perasaan sampai malam belum ada.”“Tadi malam, Bi,” jawab Raymond santai sambil menarik salah satu kursi di meja makan.Bi Siti mengerutkan kening, mencoba mengeledah ingatannya.“Lho, kok Jojo nggak ada ngabari Bibi ya kalau Tuan sudah pulang? Mana ini sudah mau siang, malah belum turun-turun juga...”Raymond berdehem pelan untuk menutupi senyum tipis yang nyaris terukir di bibirnya.“Mungkin capek, Bi. Tadi malam dia lembur mengerjakan tugas sampai larut sekali,” ujar Raymond membela istri kecilnya dengan nada tenang d
Read more