Compartilhar

104. Memilih Jujur

last update Data de publicação: 2026-07-27 14:15:08

Bi Siti terduduk lemas di tepi ranjang kamarnya. Tatapannya kosong mengarah ke lantai, sementara dadanya terasa sesak oleh himpitan rasa kecewa yang luar biasa berat.

Air mata menetes membasahi pipinya yang mulai dihiasi keriput. Ia merasa seluruh wejangan dan peringatan yang ia sampaikan selama ini diabaikan begitu saja, bahkan seperti dianggap lelucon oleh Jovita.

“Jojo...” Suara Bi Siti gemetar menahan tangis yang pecah.

“Bibi sudah menganggap kamu seperti anak Bibi sendiri, tapi kenapa kamu
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (3)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
Alhamdulillah si om akhirnya jujur
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
memang sudah Sah secara hukum agama dan Negara? Alhamdulillah kalau gitu..dikira masih nikah siri..oke lanjut
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
nah gitu lah jujur pebih baik hahahahah
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Istri Rahasia Om Raymond   306. Obat Nyamuk

    Elvi masih bersandar santai di atas brankar menatap putranya penuh selidik.“Dyl, kenapa sikap kamu ke Jojo tadi kelihatan agak beda? Cuek dan ketus gitu, kalian ada masalah?”Dylan yang sedang menata botol susu adiknya menghembuskan napas pendek.“Kesal aja, Ma. Kalau Jojo mau datang ke sini jenguk Mama ya datang aja, kenapa harus ajak Vio segala? Bikin suasana jadi enggak asik.”“Apa salahnya kalau Jojo ajak Vio, mereka kan keluarga.”Damian yang duduk di samping brankar menyela sembari menyipitkan mata. “Kamu benar-benar begitu sama Viola? Atau cuma pura-pura di depan Papi aja?”Dylan menatap papinya dengan tatapan sinis, lalu menghembuskan napas kasar.“Sudah deh, Papi... enggak usah bahas dia lagi. Nanti adikku malah terlalu banyak mendengar omongan buruk. Kalau bisa, nanti kalau ada acara apa-apa di keluarga kita, kasih pesan khusus sama Om Raymond, nggak usah ajak anaknya yang manja itu.”Elvi tersenyum geli melihat nada antipati Dylan yang begitu kentara terhadap Viola. “Janga

  • Istri Rahasia Om Raymond   305. Berat dan Sulit Menerima

    "Dedek namanya siapa, Bun? Biar nggak bingung kalau mau panggil,” tanya jovita penasaran.Elvi tersenyum manis lalu mengalihkan pandangannya ke sudut ruangan, menatap putra sambungnya."Nama adiknya siapa tadi, Dyl? Ini Jojo tanya."Dylan mendongak bangga, memperbaiki dekapan di lengannya sembari mengusap pipi gembil adiknya."Davian, diambil dari Damian, Elvita dan Dylan. Lengkap," jawab Dylan dengan nada mantap dan penuh rasa bangga. “Panggilannya Davi.”“Nama panjangnya Davian Rafael Hadiningrat,” sahut Elvita sambil mengusap punggung tangan Jovita. Sudah terlalu lama dia meninggalkan putrinya, berharap kelahiran anak keduanya tidak membuat Jovita merasa semakin terasing.Damian yang mendengar itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala seraya terkekeh masam."Coba kalian bayangkan... Sejak dia lahir tadi malam, Saya cuma sempat menggendongnya sebentar pas baru keluar dari kamar bersalin. Setelah masuk ruang perawatan... adiknya langsung dikuasai penuh sama kakaknya."Dylan tak mau

  • Istri Rahasia Om Raymond   304. Tak akan Merestui

    Perjalanannya tak selamanya mulus, bahkan guncangan akan tetap terasa di mobil mewah. Tiba-tiba SUV Raymond melewati lajur jalanan yang berlubang, menimbulkan getaran di dalam kabin. Secara refleks, Jovita menangkup dan mengusap pelan perutnya yang kian membuncit untuk melindungi kedua bayinya dari guncangan. Melalui pantulan kaca spion, Viola memperhatikan gerakan tangan Jovita. Bibirnya seketika mencebik sinis. Di dalam hatinya yang dipenuhi kecurigaan, Viola menganggap Jovita sedang sengaja pamer kehamilan, seolah ingin menegaskan keberhasilannya mengikat hati Raymond dan mengukuhkan posisinya sebagai istri sah. Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya tiba di area parkir rumah sakit tempat ibunda Dylan dirawat. Setelah memarkirkan mobil, Raymond turun dan melangkah membukakan pintu belakang untuk Jovita. Dengan penuh kehati-hatian dan protektif, Raymond menggenggam erat jemari Jovita sembari tangan satunya menenteng bingkisan kado yang besar. Viola yang berjalan tepat di sampin

  • Istri Rahasia Om Raymond   303. Semobil

    Sepulang dari kantor, Raymond dan Jovita menyempatkan diri mampir ke sebuah toko perlengkapan bayi yang cukup mewah. Pasangam suami istri itu bermaksud membeli kado untuk kelahiran bayi Elvi.Sesuai saran dari Jessica, membeli perlengkapan bayi seperti pakaian atau peralatan perawatan jauh lebih berkesan ketimbang membawa bingkisan makanan.“Kalau makanan kan langsung habis sekali makan, Jo. Itu pun belum tentu yang habis lahiran atau babynya yang makan. Tapi kalau barang, bakal dipakai dan jadi kenang-kenangan manis yang tahan lama.” Begitu pesan Jessica yang diingat betul oleh Jovita.Di dalam toko, Jovita tampak antusias mengamati deretan stroller dan set pakaian bayi berwarna pastel yang menggemaskan. Jemarinya memegang dua buah baby jumper berbahan organik yang amat lembut.“Om, lihat deh... yang warna hijau ini lucu banget, kan?” ujar Jovita berbinar, memperlihatkan baju mungil itu pada Raymond. “Bahannya halus banget, pasti nyaman di kulit bayi baru lahir.”Raymond tersenyum men

  • Istri Rahasia Om Raymond   302. Tak Percaya Begitu Saja

    “Kita ke rumah sakit sekarang?” tanya Raymond tiba-tiba dengan nada serius.Mendengar itu, Viola langsung menghembuskan napas kasar. Gemuruh di dadanya semakin menjadi. Baru saja dia menikmati kebersamaan dengan papanya, Jojo sudah gatal ingin mengganggu.‘Tuh kan, benar dugaanku! Pasti Jojo beralasan sakit perut atau apa, padahal mungkin bayinya cuma nendang-nendang biasa. Sengaja banget cari alasan biar Papa terpaksa pulang malam-malam begini!’ Di dalam hatinya, gadis itu merasa kesal dan semakin yakin dengan dugaannya.Viola langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, menekuk bibirnya rapat-rapat untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya yang penuh dengan kekesalan.Raymond yang menangkap perubahan raut wajah putrinya seketika paham. Tanpa membuang waktu, ia meraih tangan Viola dan menggenggamnya lembut, sementara tangan kanannya mendekatkan ponsel ke telinga.“Kata Dylan, besok saja, Om. Bunda sekarang sedang istirahat. Tadi Dylan cuma mau ngabari kalau Bunda sudah lahiran, anaknya c

  • Istri Rahasia Om Raymond   301. Pulang Saja ke Istri Muda!

    Melihat tatapan intens dan gestur protektif Raymond, Aris yang kebetulan mejanya tepat di samping Jovitalangsung berinisiatif menyingkir sejenak. Bukan sekadar tahu diri karena ini menyangkut percakapan pribadi, melainkan sebagai sesama lelaki, Aris sangat paham dengan getaran perasaan dan gelagat posesif Raymond terhadap Jovita.Sebenarnya, untuk urusan semacam ini Raymond bisa saja mengirim pesan singkat atau menelepon. Tapi, ia lebih memilih mendatangi istrinya secara langsung, tentu saja bukan hanya untuk menyampaikan kabar, melainkan juga sebagai bentuk 'sidak' halus untuk memastikan tidak ada lagi mata-mata pria di kantor yang berani melirik sang istri.“Terima kasih, Ris,” ucap Raymond singkat saat Aris beranjak pergi dan merelakan kursinya agar Raymond bisa duduk dan berbicara lebih nyaman di samping Jovita.Jovita menatap suaminya lekat-lekat, lalu mengangguk samar. “Enggak apa-apa, Om. Pergilah.” Ia kemudian menunduk perlahan, mengusap perutnya sembari berujar lembut, “Yang

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status