Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 101. Intuisi Perempuan

Share

101. Intuisi Perempuan

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-07-25 13:44:08

Raymond terlihat segar dengan kaus kasual dan celana santai, melangkah turun menuju area dapur. Suara langkah kakinya menyapa Bi Siti yang sedang sibuk merapikan meja dapur.

“Bi, sarapan sudah siap?”

Bi Siti yang sedang membelakangi meja langsung tersentak kaget. Perempuan paruh baya itu membalikkan badan dengan mata membelalak, memegang dadanya yang terkejut.

“Eh, Tuan Raymond!” Bi Siti tampak heran, karena dia tidak mengetahui kedatangan Raymond. “Kapan Tuan datang? Perasaan sampai malam belu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
vyjoo
yah belum update ya ka
goodnovel comment avatar
vyjoo
ngerti si sama maksud karin, diputusin tiba2 bakal muncul alasan kenapa dan ngeliat ray lebih bahagia jg jadi teka teki. tapi yaaa posisi jojo tu kuat banget bukan simpanan biasa tapi dia istri sah. selama ray ga jatuhin talak ya jojo tetep istrinya. kataku kamu bakal lelah si mba, move on please..
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
eh kenapa pula Karina ribet banget urusin Raymond? kalaupun iya Ray punya pacar lagi..kan sudah selesai dengan Karina..apalagi tindakan ayah Karina menambah enggan Ray.untuk dekat dengan alasan apapun.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   151. Keberanian Viola

    Setelah menyelesaikan segala urusan perizinan dan investasi tanah, Raymond dan Jovita akhirnya menghabiskan sisa waktu mereka di Kaliurang murni untuk berlibur.Mereka menyusuri keindahan Taman Wisata Plawangan Turgo yang asri dan sejuk, bergandengan tangan menembus kabut tipis.Saat berdiri di bawah rimbunnya jajaran cemara di Ledok Sambi, udara dingin pegunungan merayap menusuk tulang. Raymond refleks merengkuh bahu Jovita, menarik wanita itu makin rapat ke dalam pelukannya."Dingin banget, ya?" bisik Jovita pelan, menyandarkan kepalanya di dada bidang Raymond.Raymond tersenyum kecil, mengecup pucuk kepala Jovita penuh kehangatan. "Sekarang masih dingin, hm?"Jovita terkekeh manis, menengadah menatap manik mata suaminya. "Nggak, pelukan Om selalu berhasil menghangatkanku."“Aduh belajar ngombal dari mana bocah ini?”“Kan Om Ray mentornya.”"Kalau gitu, aku nggak akan lepasin kamu seharian ini," balas Raymond dengan nada suara berat yang menggoda, menyatukan jemari mereka dengan era

  • Istri Rahasia Om Raymond   150. Kecemburuan Dylan

    Dada Viola bergemuruh hebat. Perasaan cemas, geli, sekaligus bingung bercampur menjadi satu.Gadis itu tidak tahu harus membagi perasaan gundah dan mengganjal ini kepada siapa. Ponsel Jovita, satu-satunya sahabat yang biasa menjadi tempatnya mencurahkan isi hati, masih tetap tidak aktif.Dalam keputusasaan dan rasa sepi yang menghimpit, Viola memberanikan diri menekan kontak Dylan di layar ponselnya.Begitu panggilan terhubung, Viola menahan napas sejenak. "Halo, Dylan... Apakah aku mengganggu waktumu?" tanyanya pelan.Sikap Viola kini jauh berbeda. Ia tak lagi seagresif atau memaksakan kehendak seperti dulu. Tanpa disadarinya, nada bicara yang tenang, lembut, dan sedikit ragu-ragu ini justru sangat meniru pembawaan Jovita yang sering ia amati.Di seberang telepon, Dylan sempat diam sejenak sebelum menjawab datar, "Tidak. Ada apa, Vio?""Bisa kita bertemu sebentar?" bisik Viola, suaranya terdengar bergetar menahan cemas. "Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan... Aku benar-benar tidak t

  • Istri Rahasia Om Raymond   149. Nikmati yang Anget-Anget

    Raymond menyambar ponselnya di atas nakas lalu menggeser tombol hijau, tetap membiarkan Jovita berada di posisi atas tubuhnya."Halo, Pa? Sampai sekarang Jojo masih belum bisa dihubungi! Ponselnya masih nggak aktif. Aku khawatir banget terjadi apa-apa sama dia..." Terdengar suara Viola berseru cemas dari seberang telepon.Wajah Raymond yang semula tegang seketika berelaksasi pelan. Ada binar lega di matanya begitu menyadari tak ada masalah besar di rumah yang ditinggalkannya."Vio... Jangan terlalu memikirkan Jojo, dia itu sudah besar dan bisa menjaga diri," sahut Raymond berusaha menata nada suaranya seanteng mungkin. "Kamu fokus saja sama skripsimu."Jovita yang mendengarkan percakapan antara ayah dan anak itu langsung membeku. Ia menghentikan seluruh gerakannya, tak berani bergeming sedikit pun karena takut hembusan napas atau gesekan tubuhnya menimbulkan suara yang memicu kecurigaan Viola.Namun, Raymond tampaknya sama sekali tidak ingin merusak atau kehilangan momen intim ini. Ta

  • Istri Rahasia Om Raymond   148. Gangguan Saat Bercinta

    Di dalam mobil yang melaju membelah jalanan berliku Kaliurang, suasana hangat justru mulai memanas karena diwarnai perdebatan kecil tentang konsep desain vila.“Om, untuk lanskap tanah miring seperti itu, lebih bagus kalau pakai konsep tropical modern dengan banyak bukaan kaca besar. Biar pemandangan gunungnya dapet banget dari setiap kamar,” ujar Jovita seraya menunjukkan corak sketsa kasar di tabletnya.Raymond melirik sekilas lalu menggeleng tak setuju. “Kaca terlalu banyak justru bikin boros energi buat penghangat di area dingin seperti Kaliurang, Jo. Menurutku lebih cocok pakai konsep vernacular rustic yang didominasi material kayu tua lokal dan batu alam tebal. Lebih hangat dan punya nilai estetika yang timeless.”“Tapi untuk material kayu maintenance-nya jauh lebih rumit, Om! Kelembapan di sini tinggi, rentan lapuk kalau salah perawatan,” sanggah Jovita pantang kalah, matanya membulat menatap sang suami.Raymond menoleh sedikit ke arah istri kecilnya. Saat ini mereka hanya berd

  • Istri Rahasia Om Raymond   147. Hadiah untuk Jovita

    Malam di Kaliurang semakin dingin, namun di dalam kamar vila, Jovita terlelap tenang dalam kehangatan tubuh polosnya yang terlindung erat di dalam dekapan Raymond. Selimut tebal membungkus mereka berdua, menyisakan keheningan yang intim.“Kamu bahagia, Jo?” bisik Raymond pelan, mengusap bahu mulus istrinya.Jovita memiringkan kepala, melabuhkan kecupan lembut di dada bidang Raymond sebelum mendongak menatap manik mata suaminya. Ia mengangguk pelan dengan senyum tulus. Namun, beberapa detik kemudian, raut wajahnya berubah polos dengan binar cemas.“Om kan suka yang sempit... Apa nanti kalau aku sudah melahirkan dan rasanya jadi longgar, Om bakal cari yang lain?” Meski terdengar polos tapi tersirat beban berat.Raymond terperanjat mendengarnya.“Mana ada!” sanggahnya cepat. Ia memeluk Jovita makin erat. “Kalau bisa, aku justru ingin kita punya banyak anak biar masa tua kita nanti tidak sepi.”Sekali lagi Raymond mencium pucuk kepala istrinya.“Masalah perubahan fisik itu hal yang sangat

  • Istri Rahasia Om Raymond   146. Bukan Malam Pertama

    Udara dingin Kaliurang menyelinap masuk lewat celah jendela. Di dalam villa, Jovita berdiri di samping ranjang, punggungnya hampir menempel ke tiang kayu. Raymond berdiri di belakangnya, tubuh besarnya menekan tanpa memberi celah.Bibir Raymond menempel di ceruk leher Jovita. Bukan ciuman yang lembut seperti biasanya, tapi sebuah gigitan yang diikuti hisapan kuat sampai kulit di sana memerah dan berdenyut. Lidah Raymond menyapu sepanjang urat leher, basah dan panas, sebelum gigitan kedua datang lebih dalam.“Ahh… Om Ray….” Suara Jovita pecah, terdengar gemetar.“Malam ini kau milikku.” gumam Raymond dengan suara serak, napas hangatnya menerpa kulit leher Jovita.Tangan Raymond merayap ke depan, meremas dada Jovita melalui kain tipis gaun tidur, memilin pucuknya sampai mengerang tertahan.Lingeri yang dipakai Jovita langsung ditarik kasar ke bawah, menyibak dada polos yang langsung digenggam lebih kuat. Raymond terus menghisap ceruk leher sambil jari-jarinya bermain kasar di pucuk dada

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status