Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 105. Ancaman Bi Siti

Share

105. Ancaman Bi Siti

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-07-28 10:13:00

Bi Siti menatap buku nikah yang tergeletak di atas meja, lalu perlahan mendongak menatap Raymond dan Jovita bergantian. Dahinya berkerut dalam, sarat akan rasa bingung dan ketidakpercayaan.

“Kami menikah... tepat di malam sebelum aku membawa Jovita ke tempat ini.”

Memory malam saat pertama Raymond membawa Jovita ke Maximilian Residence kembali berputar jelas di kepala Bi Siti.

Malam itu, Jovita datang dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, pakaiannya berantakan, sudut bibirnya memar, wajahny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
woooow galak juga ya bi Siti..ga bohong ko bibi..mereka beneran nikah
goodnovel comment avatar
vyjoo
damn!!! bi siti arrrggghhhhhh..coba buka buku nikahnya deh kan udah disodorin sm tuan Ray..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   163. Masih Kuat Berdiri?

    “Kamu benar,” ujar Raymond seraya mengetukkan jarinya di atas draf. “Area atrium ini kalau tidak diberi celah cross ventilation yang memadai, konsep green building-nya bakal gugur di pengujian efisiensi energi.”“Kalau posisi jalusi anginnya digeser lima belas derajat ke arah utara, aliran udaranya bisa maksimal tanpa perlu menambah beban daya fan eksterior.”Raymond mengambil pena, mencatat poin-poin masukan dari istrinya di lembar catatan khusus.“Masukan yang sangat jeli,” puji Raymond. “Besok pagi aku bakal mendiskusikan lagi dengan Divisi Design & Engineering.”Raymond menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menghembuskan napas lega yang panjang. Beban pekerjaan berat yang menumpuk di kepalanya seharian ini seolah terangkat seketika. Ia melirik jam tangan, lalu menatap Jovita lembut.“Kamu sudah makan malam, Jo?”Jovita menggeleng pelan dengan senyum tipis. “Belum. Katanya tadi mau makan bareng di sini...”“Mau pesan makan apa malam ini?” tanya Raymond seraya mengambil ponsel

  • Istri Rahasia Om Raymond   162. Curiga yang Terpatahkan

    Raut masam di wajah Viola seketika sirna saat melihat mobil mamanya perlahan memasuki pekarangan rumah. Selain karena butuh teman untuk mengusir rasa kesepian, ada hal penting dan mendesak yang harus segera ia bicarakan dengan Felisa.“Mama!” panggil Viola, menyambut kedatangan ibunya dengan pelukan hangat di ruang tamu.Felisa tersenyum penuh kasih sayang, mengelus rambut putrinya. “Kangen ya sama Mama?”Mereka berdua lalu melangkah menuju ruang tengah yang luas. Tak lama kemudian, Bi Lastri datang membawa nampan berisi dua gelas jus jeruk dingin. Setelah meletakkannya di atas meja, Bi Lastri bermaksud kembali ke dapur, namun langkahnya terhenti secara samar saat mendengar pembicaraan intens di antara ibu dan anak itu.“Ma... sepertinya Papa benar-benar punya simpanan,” bisik Viola dengan raut wajah tegang.Felisa meminum jusnya sedikit, lalu menatap Viola tajam.“Tadi Mama baru saja bertemu Karina. Papamu mengaku pada Karina kalau dia baru saja dijebak menggunakan obat perangsang sa

  • Istri Rahasia Om Raymond   161. Pemufakatan Jahat

    “Mungkin bagimu permainannya sudah selesai. Tapi bagiku, ini baru saja dimulai.”Karina menegakkan punggung, menatap Felisa tanpa keraguan sedikit pun.“Aku tidak akan pernah mundur. Aku sudah mengorbankan banyak hal untuk Raymond, dan aku akan tetap memperjuangkan cintaku pada Raymond.”Felisa tertegun sejenak. Sorot mata Karina yang dipenuhi obsesi mendadak menyulut kembali asa yang sempat padam di dalam dadanya.Rasa sakit hati dan tak terima yang terpendam lama dalam diri Felisa karena dicampakkan Raymond kembali membara hebat. Jika ia tidak bisa memiliki Raymond kembali, maka perempuan mana pun juga tidak boleh memilikinya.Sebuah senyum miring perlahan terukir di bibir Felisa.“Menarik. Ternyata seorang putri Adhiwangsa punya nyali senekat ini.”“Jangan salah paham,” ujar Karina seraya melipat kedua tangannya di dada. “Aku masih membencimu atas apa yang kamu lakukan pada Raymond di masa lalu.”Seandainya waktu itu Raymond tidak masuk jebakan Felisa, Karina yakin kedekatan pujaan

  • Istri Rahasia Om Raymond   160. Dua Mantan

    Di sebuah kafe privat nan tenang, Karina tampak menyesap cangkir kopinya perlahan saat sebuah suara mengalihkan perhatiannya.“Ada perlu apa sampai putri pengusaha besar Adhiwangsa ingin bertemu denganku?”Karina mengalihkan pandangannya. Di hadapannya kini berdiri Felisa, tampil elegan namun sarat aura dingin. Felisa menyunggingkan senyum tipis yang sulit diartikan, lalu melangkah anggun dan duduk tepat di seberang Karina.Dengan napas berat dan raut wajah penuh amarah yang tertahan, Karina mulai bicara.“Raymond mengaku padaku... kalau dia melakukan kesalahan yang sama.”Felisa mengerutkan dahi, terkejut mendengar ucapan itu. “Apa maksudmu?”Dalam hidup tentu manusia banyak melakukan kesalahan, termasuk Raymond. Tapi Felisa sangat tahu, kesalahan yang dianggap fatal dan tak ingin Raymond ulang adalah, tidur dengan perempuan sebelum menikah.Karina menatap Felisa dengan pandangan sinis menajam. “Ternyata ada wanita sundal lain yang menggunakan cara menjijikkan persis seperti dirimu d

  • Istri Rahasia Om Raymond   159. Isi Laci Meja Raymond

    BRAK!Raymond tersentak kaget ketika suara pintu ruang kerjanya terhempas sangat keras. Karina baru saja membanting pintu saat melangkah keluar dengan derai air mata dan amarah yang meluap.Hening.Raymond mencoba menenangkan diri, menarik napas panjang, lalu membuka berkas laporan keuangan perusahaan di layar monitornya. Kedua alisnya bertaut erat, dahi berkerut dalam mengamati angka-angka yang tertera di sana.Tak lama kemudian, pintu kembali terbuka perlahan. Jimmy melangkah masuk dengan raut penasaran yang tak bisa disembunyikan.“Ada perlu apa lagi Karina datang?” tanya Jimmy tanpa basa-basi.Raymond menyugar rambutnya ke belakang dengan ekspresi lesu, lalu bersedekap dada. Sambil bersandar santai di kursinya, ia melirik Jimmy dengan sorot mata jahil.“Menurutmu... setampan apa sih aku ini, Jim? Sampai-sampai Karina masih saja gigih mengejarku?”Bukannya pujian atau rasa kagum yang didapat, selembar kertas di atas meja langsung diremas dan melayang tepat mengenai dada Raymond, di

  • Istri Rahasia Om Raymond   158. Dia Hamil?

    Jimmy memberi isyarat pamit dengan tepukan pelan di bahu Raymond sebelum akhirnya melangkah keluar, melewati Karina yang berdiri anggun di ambang pintu.“Lama tidak jumpa, Ray,” sapa Karina dengan nada suara tenang. Ia melangkah masuk, membiarkan pintu tertutup rapat di belakangnya. “Bagaimana kabarmu?”“Seperti yang kamu lihat,” jawab Raymond singkat, tetap duduk tegak di balik meja kerjanya tanpa menunjukkan reaksi berlebihan.Karina mendekat perlahan, matanya mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang terkesan sangat mapan.“Sepertinya bisnismu semakin berkembang saja. Kudengar Vastu Chandra sedang dapat banyak proyek di mana-mana.”Raymond mengangguk tipis. Secara statistik, laporan keuangan perusahaannya memang menunjukkan tren lonjakan yang signifikan beberapa bulan terakhir ini.“Ini semua berkat hasil kerja keras tim yang profesional.”Karina menyunggingkan senyum sinis. Dari laporan intelijen bisnis yang didapatnya, putri konglomerat itu merasa semakin yakin dengan duga

  • Istri Rahasia Om Raymond   26. Semakin Terjerat

    Pagi belum sepenuhnya pecah kala Jovita berusaha menggeser lengan kekar yang melingkari pinggangnya. Tubuhnya terasa begitu lemas dan remuk setelah semalaman penuh menjadi pelampiasan gairah liar Raymond yang tak terbendung.Begitu Jovita bergerak sedikit saja untuk turun dari ranjang, lengan tegap

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status