Jovita turun dari taksi online, melangkah ragu memasuki halaman rumah mewah Raymond.Begitu pintu utama terbuka, dada Jovita seketika berdebar kencang. Di ruang tengah, bukan hanya Viola yang menyambut kedatangannya, melainkan ada sosok Felisa berdiri anggun di samping putrinya.Melihat pemandangan itu, ada rasa cemburu yang tiba-tiba menyusup dan mengiris hati Jovita.Benaknya langsung berkelana liar, mungkinkah alasan Raymond tidak muncul di kantor seharian ini karena sedang menikmati momen kebersamaan dan bernostalgia dengan mantan istrinya?Harus Jovita akui, Felisa masih sangat cantik, matang, dan elegan meski usianya tak lagi muda. Aura wanita kelas atas terpancar kuat.“Akhirnya kamu datang juga. Yuk, ke belakang,” ajak Viola langsung, memutus lamunan Jovita.Mereka bertiga kemudian melangkah menuju taman belakang yang asri. Setelah duduk melingkar di kursi taman, Viola langsung membuka percakapan tanpa basa-basi, sementara Felisa duduk menyimak di sampingnya.“Seharian ini Pap
Read more