แชร์

67. Legalitas

ผู้เขียน: Henny Djayadi
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-07 22:31:29

Area kubikel divisi desain Vastu Chandra tampak sibuk seperti biasa. Jovita sedang fokus menatap layar komputernya saat sebuah bayangan tegap berhenti tepat di samping mejanya.

“Ke ruanganku sekarang,” ucap Jimmy dingin dan tanpa basa-basi. Pria itu bahkan tidak menunggu jawaban Jovita dan langsung berbalik melangkah menuju ruang kerjanya.

Jovita tersentak. Ia segera bangkit dari kursi, merapikan blus sekilas, lalu berjalan mengekor di belakang Jimmy dengan perasaan campur aduk.

Langkah mereka
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
ayo gerak cepat Jo....
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Istri Rahasia Om Raymond   211. Ujian

    Raymond berlari kencang menyusuri lorong rumah sakit dengan napas memburu dan wajah panik. Begitu mendorong pintu area UGD, matanya menangkap sosok Jovita yang terbaring lemah di atas brankar, sedang diperiksa oleh Dokter Amira.Raymond bergegas mendekat, meraih tangan dingin istrinya. “Dokter! Bagaimana keadaan istri saya?” tanya Raymond dengan suara bergetar panik.Dokter Amira menoleh lalu memberikan senyum menenangkan. “Syukurlah, tidak ada yang serius, Pak Raymond. Sepertinya Mbak Jovita hanya mengalami syok berat yang memicu kram perut. Tapi secara keseluruhan, kondisi janin dan ibunya baik-baik saja.”Dokter Amira terdiam sejenak, tampak ragu sebelum akhirnya melanjutkan dengan nada lebih serius, “Tapi... mungkin ada sesuatu yang baru saja terjadi atau mengganggu pikiran Mbak Jovita. Sebaiknya segera dibicarakan dan diselesaikan baik-baik, Pak. Stres pada trimester pertama sangat riskan, kita harus memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi.”Raymond mengangguk cepat d

  • Istri Rahasia Om Raymond   210. Jangan Tinggalkan Mama!

    Jovita meremas jemari di atas pangkuan, tampak bingung harus memanggil pria paruh baya di hadapannya dengan sebutan apa.Haruskah ia memanggil ‘Opa’ seperti yang biasa ia lakukan saat bersama Viola?Atau memanggil “Papa”? Jovita diselimuti ketakutan besar jika dirinya sama sekali belum diterima sebagai menantu di keluarga Chandra.Setelah membasahi bibir yang mendadak kering, Jovita akhirnya memilih opsi paling aman.“Ada... ada yang perlu dibicarakan, Pak?” panggil Jovita dengan sebutan 'Pak' pilihan kata yang terasa netral, formal, sekaligus menjaga jarak aman.Ya, kini Jovita dan Roberto kini sudah duduk berhadapan di sebuah restoran yang cukup privat di dalam mall. Dalam suasana yang canggung.Tanpa basa-basi, Roberto merogoh saku jasnya lalu meluncurkan selembar cek yang sudah tertulis angka fantastis di atas meja, tepat ke hadapan Jovita.“Tinggalkan Raymond,” ucap Roberto dingin dan penuh penekanan.Jovita tersentak kaget. Secara refleks, jemarinya langsung bergerak mengusap pe

  • Istri Rahasia Om Raymond   209. Siapa Lagi?

    Keluar dari gedung Vastu Chandra, Raymond melangkah menuju mobil SUV miliknya. Begitu duduk di balik kemudi, ia merogoh ponsel dan mengetik pesan untuk Jovita.@Raymond Chandra[Bagaimana baby hari ini? sudah mulai nendang belum]Tak butuh waktu lama, ponselnya bergetar.@Jovita Anindita[Sabar Om]Raymond terkekeh pelan membaca balasan singkat itu. Meski tahu pergerakan bayinya belum terasa, tapi dia memang sudah tidak sabar.@Raymond Chandra[Aku temui Viola dulu, jadi terlambat balik apartemen]@Jovita Anindita[Ya Om]@Raymond Chandra[Mau dibawain oleh-oleh apa nanti malam@Jovita Anindita[Terserah]Raymond menghembuskan napas kasar seraya mengusap wajahnya kasar. Kata 'terserah' dari perempuan selalu menjadi teka-teki paling rumit yang menguras otak pria mana pun, tak peduli seberapa hebat pria itu di luar sana.Sambil memutar otak memikirkan kuliner apa yang sanggup meluluhkan kata 'terserah' sang istri, Raymond menjalankan mobilnya melintasi jalanan kota menuju rumah utama.S

  • Istri Rahasia Om Raymond   208. Kapan Mau Diumumkan?

    “Kau gila, Fel!” Mata Julian membelalak menatap perempuan di hadapannya.‘Perempuan ini iblis,’ bisik suara di dalam kepala Julian, berulang kali menegaskan rasa takut yang mendadak mencengkeram dadanya.Dulu, sosok Felisa di matanya adalah paduan sempurna dari pesona ragawi, kehangatan keibuan, dan kasih sayang yang menenangkan. Namun, ingatan itu kini berubah menjadi bayangan yang mengerikan.Tanpa beban Felisa melenyapkan bayi dalam kandungannya berulang kali, demi mempertahankan bentuk tubuh dan ambisi gaya hidupnya. Ditambah lagi, perempuan itu memanfaatkan kepolosan Viola sebagai alat mengeruk kemewahan, membuat Julian merinding.Otak Julian menjerit ketakutan, ajakan nekat yang baru lolos dari mulut Felisa bukan sekadar gertakan. Dia tahu pasti, iblis berwajah cantik di depannya ini tidak akan ragu menumpahkan darah siapa pun demi targetnya, dan giliran siapa selanjutnya jika rencana ini gagal? Bisa jadi dirinya sendiri.Felisa justru tertawa sinis melihat kepanikan di wajah Ju

  • Istri Rahasia Om Raymond   207. Bisikan Menyeramkan

    Raymond memasuki apartemen membawa kantong berisi obat-obatan yang diresepkan Dokter Amira dan beberapa kantong berisi makanan sehat khusus untuk ibu hamil.Setelah percakapan berat dengan sang papa, Raymond hanya ingin pulang, melayani, dan memastikan istri tercintanya mendapatkan asupan gizi terbaik.Raymond berjalan ke dapur, mengeluarkan bahan-bahan segar tersebut satu per satu dan menyusunnya ke dalam lemari es. Alpukat, salmon segar, bayam hijau, buah-buahan. Ia mengingat kembali deretan catatan dari Jimmy.“Sini, Sayang. Jimmy kasih tahu, makanan-makanan ini bagus banget buat kesehatan kamu sama calon anak kita.”Jovita memandangi bahan makanan memenuhi lemari es yang tadinya cukup lengang. Langkah kaki Jovita terasa begitu ringan saat ia mendekat, namun dadanya justru mendadak bergemuruh oleh rasa haru yang teramat sangat.Jovita, yang sejak kecil terbiasa tumbuh tanpa kehadiran orang tua dan selalu menanggung segalanya sendiri, merasa akhirnya menemukan sosok sandaran hidup y

  • Istri Rahasia Om Raymond   206. Kesepakatan Konyol

    “Terserah.”Raymond mengukir senyum dingin, menatap papanya dengan tatapan tajam tanpa keraguan.“Aku tidak peduli Papa mau menyebutnya apa. Dia tetap anakku.”“Ray…”“Kita ini sama-sama bukan lelaki yang suci,” potong Raymond cepat. “Jadi, ada baiknya tidak perlu merasa paling benar dan saling membongkar aib. Dan kalau perlu… tidak saling mengenal lagi.”Roberto terdiam seketika. Kalimat itu meluncur tenang tapi terasa layaknya pukulan keras yang menghantam dadanya.Bayangan masa lalu berputar di kepala Roberto. Dulu, demi menjaga nama baik keluarga besar dan memenuhi desakan istrinya, Roberto tega menyingkirkan dan mengasingkan Raymond dari keluarga Chandra. Kini, ia harus menyaksikan kenyataan pahit bahwa putra sulungnya benar-benar telah memutus harapan untuk kembali di tengah keluarga.Nada suara Roberto melunak, terdengar serak dan melemah. “Papa... Papa cuma ingin mengingatkanmu, Ray. Supaya kamu tidak mengulang kesalahan yang sama. Pikirkan reputasimu. Bisnis yang sudah kamu r

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status