Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 70. Di Ambang Terbongkar

Share

70. Di Ambang Terbongkar

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-07-09 11:32:23

Raymond bersandar di kepala ranjang dengan laptop di pangkuan, jemarinya bergerak lincah menyelesaikan pekerjaan yang harus tertunda karena kondisinya.

Pintu kamar terbuka, Jovita masuk dengan wajah lesu. Ia langsung merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang terletak di samping ranjang Raymond.

“Hah... capek banget,” keluh Jovita spontan, memijat pergelangan kakinya yang pegal.

Dengan nada enteng dan tanpa mengalihkan fokusnya sedikit pun dari layar laptop, Raymond menyahut, “Capek kenapa? Meman
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Miptahu Roipah
Sebenarnya kalo mereka tau wanita itu adalah Jojo gmn yaa.....wkwwkwkwk
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Karina sebetulnya wanita baik..hanya karena Raymond harus bertanggung jawab thd Jovita.dia rela lepas Karina.. walaupun sekarang Raymond pun sudah jatuh cinta pada Jovita
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
bungkar aja karin kelakuan bejat mamanya vio ak dukung kali ini kamu karin. tp kl merusak hub suami istri ak jitak kamu hahahah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   308. Lupa Nama, Ingat Rasa

    “Dasar jalang! Gara-gara kau, perusahaanku hancur! Keluargaku hancur!” teriak pengemis itu dengan suara serak melengking, matanya melotot penuh kemurkaan.Mata Felisa membelalak lebar ditimpa rasa takut yang membuncah. Mengenali suara dan pancaran dendam dari masa lalunya, wanita itu menjerit kecil lalu buru-buru bangkit dan bersembunyi ketakutan di balik punggung Julian.“Jul! Usir dia, Jul! Usir!”Pengemis itu hendak menerjang maju dan meraih rambut Felisa, namun dengan sigap pemilik warung tenda yang melintas langsung menghadang dan mencengkeram lengan pengemis tersebut.“Hei, hei! Mau ngapain kamu?!” bentak pemilik warung dengan nada tinggi. “Jangan bikin rusuh di sini! Ini tempat orang makan, jangan bikin onar! Keluar!”“Lepas! Iblis betina itu harus bayar semuanya!” raung pengemis itu berontak, berusaha menjangkau Felisa yang makin menyusut di belakang Julian.“Keluar! Pergi! Atau aku panggil petugas keamanan di sini!” ancam pemilik warung sembari mendorong paksa pengemis itu ke

  • Istri Rahasia Om Raymond   307. Rencana Julian

    Malam semakin larut saat Raymond dan Jovita akhirnya beranjak dari taman belakang dan melangkah menaiki satu per satu anak tangga menuju kamar utama di lantai dua.“Nggak usah buru-buru, Sayang,” bisik Raymond saat Jovita menariknya. “Masih ada waktu semalaman penuh buat kita,” sambungnya sambil terkekeh pelan, mendekap pinggang Jovita yang kian berisi dari belakang untuk membantunya berjalan menaiki tangga.Jovita menoleh sedikit, menyunggingkan senyum manja. “Baby yang udah nggak sabar pengin ketemu Daddy-nya.”Raymond menyahut geli, mengusap lembut perut istrinya. “Ah, bilang aja Mommy-nya yang udah ngebet.”Begitu melangkah masuk ke dalam kamar, keheningan ruangan seketika merayap. Raymond memutar kunci memastikan tak aka nada gangguan, keduanya seolah langsung melepas seluruh beban dan ketegangan yang menumpuk seharian.Tanpa memberi jeda, Jovita membalikkan badan dan memagut bibir Raymond dengan begitu penuh rasa damba, menumpahkan seluruh rindu dan kehangatan yang mendalam. Keb

  • Istri Rahasia Om Raymond   306. Obat Nyamuk

    Elvi masih bersandar santai di atas brankar menatap putranya penuh selidik.“Dyl, kenapa sikap kamu ke Jojo tadi kelihatan agak beda? Cuek dan ketus gitu, kalian ada masalah?”Dylan yang sedang menata botol susu adiknya menghembuskan napas pendek.“Kesal aja, Ma. Kalau Jojo mau datang ke sini jenguk Mama ya datang aja, kenapa harus ajak Vio segala? Bikin suasana jadi enggak asik.”“Apa salahnya kalau Jojo ajak Vio, mereka kan keluarga.”Damian yang duduk di samping brankar menyela sembari menyipitkan mata. “Kamu benar-benar begitu sama Viola? Atau cuma pura-pura di depan Papi aja?”Dylan menatap papinya dengan tatapan sinis, lalu menghembuskan napas kasar.“Sudah deh, Papi... enggak usah bahas dia lagi. Nanti adikku malah terlalu banyak mendengar omongan buruk. Kalau bisa, nanti kalau ada acara apa-apa di keluarga kita, kasih pesan khusus sama Om Raymond, nggak usah ajak anaknya yang manja itu.”Elvi tersenyum geli melihat nada antipati Dylan yang begitu kentara terhadap Viola. “Janga

  • Istri Rahasia Om Raymond   305. Berat dan Sulit Menerima

    "Dedek namanya siapa, Bun? Biar nggak bingung kalau mau panggil,” tanya jovita penasaran.Elvi tersenyum manis lalu mengalihkan pandangannya ke sudut ruangan, menatap putra sambungnya."Nama adiknya siapa tadi, Dyl? Ini Jojo tanya."Dylan mendongak bangga, memperbaiki dekapan di lengannya sembari mengusap pipi gembil adiknya."Davian, diambil dari Damian, Elvita dan Dylan. Lengkap," jawab Dylan dengan nada mantap dan penuh rasa bangga. “Panggilannya Davi.”“Nama panjangnya Davian Rafael Hadiningrat,” sahut Elvita sambil mengusap punggung tangan Jovita. Sudah terlalu lama dia meninggalkan putrinya, berharap kelahiran anak keduanya tidak membuat Jovita merasa semakin terasing.Damian yang mendengar itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala seraya terkekeh masam."Coba kalian bayangkan... Sejak dia lahir tadi malam, Saya cuma sempat menggendongnya sebentar pas baru keluar dari kamar bersalin. Setelah masuk ruang perawatan... adiknya langsung dikuasai penuh sama kakaknya."Dylan tak mau

  • Istri Rahasia Om Raymond   304. Tak akan Merestui

    Perjalanannya tak selamanya mulus, bahkan guncangan akan tetap terasa di mobil mewah. Tiba-tiba SUV Raymond melewati lajur jalanan yang berlubang, menimbulkan getaran di dalam kabin. Secara refleks, Jovita menangkup dan mengusap pelan perutnya yang kian membuncit untuk melindungi kedua bayinya dari guncangan. Melalui pantulan kaca spion, Viola memperhatikan gerakan tangan Jovita. Bibirnya seketika mencebik sinis. Di dalam hatinya yang dipenuhi kecurigaan, Viola menganggap Jovita sedang sengaja pamer kehamilan, seolah ingin menegaskan keberhasilannya mengikat hati Raymond dan mengukuhkan posisinya sebagai istri sah. Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya tiba di area parkir rumah sakit tempat ibunda Dylan dirawat. Setelah memarkirkan mobil, Raymond turun dan melangkah membukakan pintu belakang untuk Jovita. Dengan penuh kehati-hatian dan protektif, Raymond menggenggam erat jemari Jovita sembari tangan satunya menenteng bingkisan kado yang besar. Viola yang berjalan tepat di sampin

  • Istri Rahasia Om Raymond   303. Semobil

    Sepulang dari kantor, Raymond dan Jovita menyempatkan diri mampir ke sebuah toko perlengkapan bayi yang cukup mewah. Pasangam suami istri itu bermaksud membeli kado untuk kelahiran bayi Elvi.Sesuai saran dari Jessica, membeli perlengkapan bayi seperti pakaian atau peralatan perawatan jauh lebih berkesan ketimbang membawa bingkisan makanan.“Kalau makanan kan langsung habis sekali makan, Jo. Itu pun belum tentu yang habis lahiran atau babynya yang makan. Tapi kalau barang, bakal dipakai dan jadi kenang-kenangan manis yang tahan lama.” Begitu pesan Jessica yang diingat betul oleh Jovita.Di dalam toko, Jovita tampak antusias mengamati deretan stroller dan set pakaian bayi berwarna pastel yang menggemaskan. Jemarinya memegang dua buah baby jumper berbahan organik yang amat lembut.“Om, lihat deh... yang warna hijau ini lucu banget, kan?” ujar Jovita berbinar, memperlihatkan baju mungil itu pada Raymond. “Bahannya halus banget, pasti nyaman di kulit bayi baru lahir.”Raymond tersenyum men

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status