“Erika, ini upah lemburmu minggu ini," ujar Pak Beni, pemilik kafe tempat Erika bekerja, sembari menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu. "Terima kasih banyak, Pak," jawab Erika dengan senyum tipis yang dipaksakan. Uang itu langsung ia masukkan ke dalam dompetnya yang kempis. Pikirannya langsung melayang pada tagihan semesteran kuliah yang jatuh tempo minggu depan, belum lagi kiriman uang untuk ibunya di kampung yang tak pernah berhenti menuntut. Di usia 22 tahun, saat gadis-gadis lain sibuk memikirkan skincare atau tempat nongkrong yang estetik, Erika harus memikirkan cara agar tidak ditendang dari kampus. Langkah kakinya gontai saat keluar dari kafe. Tiba-Tiba sebuah mobil sport putih berhenti di depannya dengan suara tebasan rem yang nyaring membuatnya terkejut. Kaca mobil terbuka, menampilkan wajah cantik Sandra yang tengah tersenyum lebar. "Erika! Astaga, untung kamu belum pulang!" seru Sandra heboh. "Sandra? Ada apa? Malam-malam begini..." "Kamu lupa ya? Ini
Última atualização : 2026-06-08 Ler mais