“Itu... masa lalu, Banyu,” gumam Pak Harjanto lirih, berusaha mengelak dengan membuang pandangannya ke jendela.“Kenapa harus ditutupi? Kamu ingin cerita versi lengkap dan kebenarannya, Banyu?” sahut Bu Retno, memotong dengan tawa sumir yang terdengar mengerikan. Wanita itu memperbaiki posisi duduknya, menatap sang putra sulung dengan mata berapi-api.“Ibu Bening itu dulu adik angkat Mama, namanya Dyah Pitaloka. Nenek dan kakekmu sangat menyayanginya sampai dia besar kepala. Dia tahu jelas kalau Mama dan Papamu ini sudah dijodohkan sejak kecil. Tapi apa? Berani-beraninya dia malah menusuk Mama dari belakang dan menjalin hubungan gelap dengan Papamu!”“Ma... sudah,” potong Pak Harjanto, wajahnya kian menegang menyedihkan.“Tidak usah memotong! Biar anak laki-lakimu ini tahu perempuan model apa yang sedang dia gilai!” seru Bu Retno kejam, lalu kembali menatap Banyu. “Kalian berdua dulu dimabuk cinta, sampai-sampai Papamu ini mengemis pada kakekmu untuk membatalkan perjodohan kami. Dia m
Read more