“Jangan usir aku, Ning,” suara Banyu terdengar parau.Pelukannya di pinggang Bening semakin mengerat, seolah tidak peduli dengan penolakan yang baru saja diucapkan wanita itu. Bersamaan dengan itu, Bening bisa merasakan suhu badan Banyu yang mendadak naik drastis dan terasa sangat panas menyengat kulitnya.Bening mengernyitkan dahi, lalu perlahan meraba kening Banyu dengan telapak tangannya. Panasnya langsung terasa membakar.“Mas Banyu, kamu demam…. Aku carikan obat dulu!” ucap Bening panik.Dia langsung bergerak hendak turun dari ranjang, berniat memeriksa kotak obat kecil yang dia simpan di rak dapur. Namun, cekatan tangan Banyu menahan pergelangan tangannya, menariknya kembali ke dalam dekapan.“Gausah… peluk aku, Ning…” ucap Banyu dengan suara yang terdengar manja, sangat berbeda dengan pembawaannya yang biasa tegas sebagai pemimpin desa.Bening sungguh tidak tega melihat kondisi pria di hadapannya yang tampak begitu rapuh dan tak berdaya. Akhirnya, dia pun mengulurkan kedua tang
Read more