“Mas Banyu, besok aku harus kembali ke ruko,” ucap Bening pelan, jemarinya merapikan ujung kemeja Banyu yang sedikit kusut.Banyu menunduk, menatap wajah Bening yang kini sudah memancarkan sedikit rona segar. “Kamu yakin sudah cukup kuat? Istirahat di sini satu hari lagi juga tidak apa-apa, Ning.”“Aku sudah sehat, Mas, lagipula ada beberapa barang dan berkas yang harus kuperiksa,” balas Bening mantap, memberikan senyuman tipis untuk meyakinkan pria di depannya.Banyu menghela napas panjang lalu mengangguk pasrah. “Ya sudah. Tapi besok aku yang antar dan aku temani di sana.”“Aku sudah sehat, Mas. Kasihan pegawai-pegawaiku kalau aku tinggalkan terus. Lagipula ada beberapa barang dan berkas yang harus kuperiksa,” balas Bening mantap, memberikan senyuman tipis untuk meyakinkan pria di depannya.Banyu menghela napas panjang lalu mengangguk pasrah. “Ya sudah. Tapi besok aku yang antar dan aku temani di sana.”Keesokan paginya, Banyu mengantarkan Bening kembali ke rukonya. Suasana di sekit
Read more