Bening berjalan menjauh dari lorong kamar rawat, memilih berdiri di ujung koridor yang agak sepi. Ia memeluk tubuhnya sendiri, menatap kosong ke luar jendela lantai atas rumah sakit seraya menata napasnya yang masih terasa sesak.Tak lama kemudian, langkah kaki terdengar mendekat. Banyu berhenti tepat di samping Bening.“Tara bilang, kamu kembali saja ke hotel. Besok kamu bisa datang ke sini lagi. Ayo, aku antar,” ucap Banyu pelan.Bening menoleh dengan mata yang masih agak sembab. “Sekarang Dokter Tara ada di mana?”“Sepertinya sedang menemani Budhe di dalam. Lagipula sebentar lagi Mama, Papa, dan Nawang akan sampai. Kasihan kamu, sepertinya kamu sudah capek banget,” gumam Banyu lembut.Bening mengangguk pasrah. Tubuh dan pikirannya memang sudah terlalu lelah untuk berdebat. Banyu merangkul bahu Bening seraya membimbingnya berjalan menuju area parkir.Sepanjang perjalanan, Bening tak mampu lagi menahan kantuk. Karena fisiknya yang terlanjur terkuras, ia akhirnya tertidur lelap di kur
Read more