"Raiden apa kau menginginkan ku?" Mata coklat itu menatap lembut kearah Raiden, pemuda yang saat ini berada di atas tubuhnya tanpa sehelai pakaian sedikitpun. Pemuda itu tak menjawab, ia bingung dengan dirinya sendiri. Tetapi, sejak pagi tadi ia memang menginginkan bersama Jasmine, menginginkan tubuh wanita itu. Dan saat itu memang, ia tak bisa melakukan apapun selain menikahi tanganya sendiri. Dan sekarang, seakan takdir berpihak padanya, Jasmine datang di kamarnya, dan memberikan segalanya. "Apa yang terjadi sekarang, adalah jawabanya." Lalu setelah itu, mereka tenggelam dalam permainan pagi hari yang bergairah, Jasmine merangkulkan tangannya di leher pemuda itu, pemuda yang sedang fokus pada apa yang ada di hadapannya. *** Raiden berdiri di dekat meja kecil yang berada di sudut kamar. Perutnya sejak tadi mulai terasa lapar, permainan panas itu berlangsung hampir dua jam dan ia benar-benar kelelahan. Tetapi ia sama sekali tidak berniat keluar. Setelah berbagai kejadian
Read more