"Mulai hari ini, aku akan mengubah caraku." Lucas menatap jalan raya dari balik kemudi. Rahangnya mengeras, tak pernah ada dalam rencananya Pak Zen dan Bu Jasmine ikut dalam permasalah cinta nya. Kali ini, tidak ada lagi bentakan ataupun tatapan penuh amarah seperti beberapa jam yang lalu. Justru ketenangan itu terasa lebih mengkhawatirkan. Di kursi penumpang, Hagia diam memandang ke luar jendela. Pesawat yang membawa mereka dari Bali baru saja mendarat di Jakarta sekitar satu jam lalu. Langit sore tampak mendung, seolah ikut membawa pulang sisa-sisa ketegangan yang belum benar-benar selesai. Sepanjang perjalanan dari bandara, Lucas hampir tidak mengucapkan sepatah kata pun. Bahkan, ketika di hadapkan sebuah pilihan, Lucas tak memaksa, tak ada tatapan tajam, dan tak ada sentuhan yang membuat Hagia takut. Sikap itu justru membuat Hagia semakin gelisah. Perempuan itu paham betul bagaimana Lucas bertindak, Lucas bukan tipe yang mudah mengalah. Kalau sekarang memilih diam, berar
Read more