Intan tetap mempertahankan senyumnya. Jemarinya yang mulai dipenuhi keriput perlahan mengusap lengan Jasmine dengan gerakan lembut, seolah ingin meredakan suasana yang tiba-tiba berubah canggung. Dari luar, sikapnya tampak seperti seorang ibu yang sedang menasihati menantu kesayangannya. Tapi siapa yang mengira, jika semua itu hanyalah sebuah manipulasi. Namun Jasmine bisa merasakan ada kehati-hatian dalam setiap kata yang hendak diucapkan perempuan itu, seolah Intan sedang memilih kalimat yang paling aman agar tidak menimbulkan salah paham. "Bukan begitu, Sayang," ucap Intan lembut sambil tersenyum. "Mama hanya..." Jasmine tidak langsung memberinya kesempatan. Senyumnya justru semakin manis, bahkan ia menyandarkan tubuhnya sedikit ke arah Zen, seolah sedang mencari pembenaran dari suaminya. "Hanya apa, Ma?" tanyanya pelan, nada suaranya tetap terdengar ringan.
Magbasa pa