Raiden membukakan pintu, Begitu daun pintu terbuka, Jasmine sudah berdiri di depannya. Wajahnya terlihat tenang, tetapi sorot matanya menyiratkan kelelahan yang tidak berhasil ia sembunyikan. Tanpa menunggu jawaban, Jasmine melangkah melewati Raiden."Jasmine..." Raiden refleks menoleh ke arah lorong hotel yang masih lengang. Setelah memastikan tidak ada siapa pun, ia segera menutup pintu.Klik.Suara kunci pintu terdengar pelan.Raiden mengembuskan napas panjang sambil memegang dadanya."Kau kesini lagi?" Raiden mengingatkan Jasmine Jasmine"Sungguh jantungku sekarang berdegup kencang," katanya, ia justru menatap perempuan itu yang terlihat biasa saja tanpa ada kepanikan.Jasmine hanya tersenyum tipis, lalu duduk di sofa dekat jendela."Kenapa? Aku kesini karena Zen sedang bertemu dengan rekan bisnisnya. Padahal dia mengatakan akan fokus bulan madu." Di ujung kalimatnya, ada nada kesedihan terdengar. Raiden terdiam, ia m
続きを読む