Tanpa ragu, perempuan itu menubrukkan tubuhnya, mendorong Bayu hingga pemuda itu telentang di atas kasur. Maya langsung mengangkangi perut Bayu. Ia meraup bibir laki-laki itu, memberikan ciuman yang sangat kasar, rakus, dan menuntut. Ia menggigit bibir bawah Bayu hingga berdarah, memaksakan rasa sakit yang ia dambakan. Adrenalin dan gairah Bayu meledak seketika. Sisa-sisa kelembutannya menguap tanpa sisa. Kalau perempuan ini meminta neraka, maka Bayu akan memberikannya neraka yang paling panas. Dengan satu putaran brutal, Bayu membalik posisi. Ia membanting punggung Maya ke atas kasur dengan tenaga penuh, lalu menekan kedua pergelangan tangan perempuan itu ke atas kepalanya. "Kamu mau aku kasar, hah?!" bentak Bayu beringas, urat di lehernya menonjol liar. Matanya menyala oleh dominasi predator yang baru saja dibangunkan paksa. "Iya, Bay! Siksa aku! Anggap aku nggak lebih dari pelampiasanmu!" racau Maya setengah sadar, melengkungkan punggungnya, sengaja menggesekkan tubuhnya
اقرأ المزيد