"Sialan..."umpat Bayu di sela lumatannya yang dibalas tak kalah beringas oleh Maya. Ini bukan sekadar bercinta—ini pertarungan. Bayu membalikkan keadaan, berguling cepat dan membanting Maya ke bawah tubuhnya. Tubuh mereka bertumbukan dengan benturan keras yang mengguncang ranjang. Bayu mencengkeram kedua pergelangan tangan Maya dan menekannya ke atas kepala perempuan itu. Napas Bayu memburu menatap wajah Maya yang memerah padam, matanya menyala penuh tantangan. "Ternyata ini kelainanmu," desis Bayu, seringai iblisnya mengembang. "Makin dihina, makin kamu liar, hah?!" "Panggil aku gitu lagi, Mas!" jerit Maya frustrasi. Ia melengkungkan punggungnya ke atas, menabrakkan tubuhnya ke tubuh keras Bayu dengan buas. "Hina aku, Mas! Bikin aku sadar!" Bayu tertawa gelap. "Dasar gila!" geramnya, menyatukan tubuh mereka dengan satu hentakan beringas. "Kamu minta dihina?! Kamu paling rakus!" "Ahh!! Iya, Mas! Iya!" racau Maya histeris. Hinaan itu bercampur dengan hentakan keras Bayu, mele
Leer más