Share

52. Fitnah

Author: Aegiyaa
last update publish date: 2026-07-26 13:26:13

Tujuh hari berlalu sejak kunjungan ke taman hiburan itu. Kehidupan di sekolah berjalan seperti biasa. Bel berbunyi, guru datang dan pergi silih berganti, sementara para siswa tetap sibuk dengan rutinitas mereka masing-masing. Namun, ada satu hal yang perlahan berubah tanpa disadari siapa pun, kecuali Nina.

Ivy kembali menjadi sosok yang pendiam. Gadis itu lebih sering menghabiskan waktu dengan menatap buku atau jendela kelas, dibanding ikut mengobrol seperti beberapa hari sebelumnya.

Senyum ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    73. Penyelamatku

    Lucas perlahan membuka mata. Pandangannya masih kabur, sementara suara sirene terdengar samar dari balik kesadarannya yang masih setipis tisu. Ia merasakan tubuhnya terguncang mengikuti laju ambulans, dengan masker oksigen masih menutupi hidung dan mulut.“Lucas?”Mendengar namanya dipanggil, Lucas menggerakkan mata ke arah suara itu. Pandangannya berhenti pada wajah Yurina yang pucat. Rambutnya basah dan sebagian menempel di pipi serta lehernya, sementara gaun pesta yang dikenakannya tampak lembap dan melekat di beberapa bagian tubuh.“Yu...rina...”“Aku di sini.”Lucas menatapnya dalam diam. Kelopak matanya masih terasa berat, tetapi untuk beberapa detik, ia terus berusaha mempertahankan pandangan sebelum semuanya kembali hitam.— — —Lampu lorong IGD berpijar putih, menusuk mata Lucas yang perlahan membias dari kegelapan. Bau antiseptik yang pekat menyergap inderanya, diiringi bunyi bip... bip... konstan dari monitor

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    72. Ikatan yang Lepas

    Kamar itu remang dan dingin. Ivy terduduk lemas di tepi tempat tidur, masih mengenakan gaun pestanya yang basah dan kusut berantakan. Tangisnya pecah tanpa suara, sementara kedua tangannya menggenggam erat kain gaun di atas pahanya, seolah-olah dia sedang menahan luka menganga yang tak kunjung mampu dia balut. Ivy tidak pernah menyangka bahwa hari ulang tahunnya yang seharusnya membahagiakan, akan menjadi salah satu malam paling traumatis di dalam hidupnya. Ia merasa menjadi manusia paling jahat di dunia. Ia merasa… semua hal yang dia lakukan selalu saja memperburuk keadaan. Ivy memandangi kedua tangannya yang tadi mendorong Lucas dengan tatapan nanar. Ini adalah jemari yang sama, yang beberapa menit kemudian dengan panik meraih tubuh pemuda itu dari dasar kolam.Seandainya ia bisa mengulang waktu, Ivy ingin menghapus amarah yang membuatnya kehilangan kendali. Dia juga ingin menyembunyikan kedua tangannya di balik punggung demi tidak menyakiti Lucas. Karena membiarkan pria itu meren

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    71. Memang Aku yang Mendorongnya.

    Ivy terdiam. Bibirnya bergetar, tetapi tak ada satu pun kata yang mampu melepaskan diri dari sana. Ia hanya menunduk, berusaha meredam napasnya yang kacau di tengah himpitan rasa bersalah yang mencekik.“Kenapa kamu diam?!” Yurina kembali mendesak. “Jawab aku!”Sebelum retakan di antara mereka semakin dalam, seorang petugas medis menghampiri dengan langkah terburu-buru.“Nona, kami harus membawa pasien sekarang. Salah satu dari kalian yang ingin mendampingi ke rumah sakit, tolong segera bersiap.”Dua petugas dengan sigap memindahkan Lucas ke atas tandu. Tubuh pemuda itu terkulai lemas, hazelnya terpejam rapat, sementara masker oksigen mengembun di separuh wajahnya, menjadi satu-satunya bukti bahwa napasnya masih bertahan.“Lucas...” lirih Yurina.Tatapannya mengekor pada tandu yang mulai dibawa menjauh. Ada kepanikan yang menyuruhnya untuk segera berlari mengejar, namun deretan pertanyaan yang membakar menahan langkahnya untuk tetap di tempat. Sepeninggal para petugas menuju lobi, su

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    70. Apa yang Telah Kamu Lakukan?!

    Lucas tidak tahu siapa yang telah merengkuhnya. Tidak tahu bagaimana dirinya berhasil dikeluarkan dari kolam. Bahkan jeritan panik yang mengguncang udara di sekitarnya pun tak lagi mampu menembus pekat yang menyelimutinya.Segalanya terputus, termasuk rasa sakit yang sempat menghajarnya tanpa ampun, seolah-olah dunia telah menariknya menjauh dari segala sesuatu yang masih mengikatnya pada kenyataan.— — —“Lucas! Lucas, bangun!”Suara Ivy bergetar hebat ketika ia menopang kepala Lucas di bahunya. Sambil berpegangan di tangga kolam renang, tangannya yang bebas berkali-kali menepuk pipi pemuda itu, berharap mata hazel tersebut kembali terbuka. Namun Lucas tetap diam. Tidak bergerak sedikit pun.Ivy semakin kalut ketika menyadari napas Lucas nyaris tak terdengar. Dadanya hanya bergerak samar, seolah setiap embusan napas bisa menjadi yang terakhir.“Lucas... Lucas... tolong buka matamu.”“Jangan begini... jangan buat aku takut...”Tidak ada jawaban. Perasaan mengerikan yang sedang menggul

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    69. Hinaan

    Ivy menarik napas panjang, lalu melontarkan kalimat berikutnya yang tak kalah sinis. “Jangan pernah salah mengartikan perhatian atau kebaikanku sebagai harapan. Aku tidak mencintaimu. Aku tidak menginginkanmu. Dan kamu… bukan orang yang pantas untuk berada di sisiku. Sehebat apa pun kamu berusaha, itu tidak akan pernah mengubah apa pun! “Tolong sadar posisi! Kamu itu cuma atlet yang hidup dari belas kasihan sekolah. Bahkan cederamu sekarang saja belum tentu sembuh. Memangnya apa yang akan kamu lakukan jika beasiswamu dicabut karena sudah tidak bisa berenang?” “Daripada kamu ikut campur di hidupku, lebih baik benahi hidupmu sendiri yang tidak punya masa depan jelas!” Di belakang mereka, Jeno hanya menyunggingkan seringai tipis. Kepuasan berkilat di matanya melihat Lucas akhirnya terdiam di bawah kata-kata paling tajam yang bisa Ivy susun. Ia tidak perlu melakukan apa-apa lagi. Ivy telah melakukan semuanya untuknya. Luar biasa sekali. “Sudah,” ujar Jeno kepada teman-temannya. “

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    68. Marah Besar

    Lucas tidak menjawab. Ia melangkah mantap menuju balok start di lintasan sebelah Jeno, lalu membungkukkan punggung dan meletakkan kedua tangannya di tepi balok. Rahangnya mengatup rapat ketika posisi tersebut kembali memicu nyeri tajam di bahu kanannya. Mengabaikan rasa sakit itu, Lucas mengunci pandangannya lurus pada permukaan air. Sementara di sudut bar, salah seorang teman Jeno berdiri dan mengangkat tangan hingga suasana di sekitar kolam seketika berubah hening, menanti satu aba-aba yang memecah ketegangan. "Bersiap...!" Di saat yang bersamaan, Ivy melangkah kembali ke area kolam. Namun, sebelum sempat mendekati meja tempat ponselnya tertinggal, pandangannya terkunci pada dua pria yang sudah berdiri di atas balok start. Di detik itu juga, udara seolah lenyap dari paru-paru Ivy. Matanya terbelalak, dia membeku di tempat ketika pandangannya jatuh pada Lucas yang bersiap melompat ke dalam air. Bahu yang belum pulih benar itu seharusnya membuatnya beristirahat, bukan malah dip

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    6. Kesan Pertama.

    Ivy menghela napas panjang. Ada lingkaran hitam di bawah matanya dan dia sangat mengantuk sekarang. Sambil menguap yang entah sudah ke berapa kali, gadis dengan iris sewarna madu itu membolak-balik asal halaman buku paketnya. Berharap beban yang menggelayuti mata segera terdistraksi sehingga dia bi

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    5. Mimpi yang Menghantui

    Di tepi tempat tidur, Ivy duduk terpaku dengan pandangan kosong tertuju pada lantai kamarnya yang dingin. Perlahan tubuhnya mulai meringkuk. Memeluk lutut dengan kedua tangan gemetar, sementara kesedihan menusuk bersembunyi di bawah kepalanya yang tertunduk dalam. Dalam kesuraman itu, isi kepala

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    2. Pria Baik yang Berubah Menjadi Jahat.

    “Lucas... lepas!" Ivy kesulitan bicara dan suaranya terbata. Alih-alih menuruti permintaan itu, cengkeraman tangan Lucas justru pindah ke leher Ivy. Meski tahu apa yang dia perbuat sangatlah menyakiti gadis yang dulu pernah membuatnya jatuh hati setengah mati, Lucas tampak masa bodoh dan gilanya

  • Tukar Takdir: Semakin Kujauhi, Semakin Kucintai.    1. Ingat Aku?

    "JANGAN IKUT CAMPUR URUSANKU!" BANG! BANG! BANG! Rentetan tembakan yang memekakkan telinga itu menyambar kesadaran Ivy. Tubuhnya tersentak. Terbangun dengan napas yang tertahan di tenggorokan, sementara kepalanya berdenyut nyeri saat pendar cahaya putih dari lampu menerobos masuk menembus korn

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status