Audy tersentak mendengar nada kesal yang menyelip di suara Tamara. “Aku cuma mastiin,” ucap Audy, cepat-cepat mengoreksi. “Emangnya salah?” Tamara diam sejenak, mengamati raut wajah Audy yang masih tegang. Sudut bibirnya perlahan tertarik ke atas, tipis, nyaris tak kentara, karena baru saja menemukan sesuatu yang menarik dari sikap Audy. “Bukan salah,” jawab Tamara, buru-buru melunakkan nada suaranya, menormalkan ekspresi wajahnya. “Aku cuma gak suka aja kalau kita lagi makan malam, malah bahas orang lain. Apalagi Amaya, yang udah jelas-jelas nikah. Memangnya ada hubungan apa antara kita dan Amaya, sampai status Amaya kamu permasalahkan terus.” Mata Tamara kembali fokus pada Audy, mengamati ekspresi Audy yang gelisah. Audy tidak menjawab, hanya menatap piring di depannya tanpa benar-benar melihatnya. Tamara memperhatikan kediaman Audy, satu sudut bibirnya tertarik kecil. “Aku serius, Dy. Amaya emang udah nikah. Kalau gak percaya, tanya aja sendiri sama dia.” Rahang Audy mengeras
Last Updated : 2026-08-30 Read more