Di Wardhana Group.Reza masuk ke ruang kerja Dhanadoya, membawa berkas milik Pradana Kencana Group.“Pak, sudah cek ulang bagian revisi proposal dari Pradana Kencana Group?” tanya Reza, meletakkan berkas yang dimaksud di hadapan Dhanadoya. “Pihak Pradana nanyain lagi, katanya belum ada kabar dari kita.”“Mereka nggak sabaran,” gumam Dhanadoya, membuka map itu, membolak-balik lembarannya tanpa benar-benar membaca isinya.Reza memperhatikan gestur itu, keningnya berkerut dalam. “Dhan, jujur, deh. Lo emang udah nggak serius sama proposal ini semenjak ketemu Audy Pradana, ‘kan?”Dhanadoya diam.Mana mungkin dia membiarkan urusan pribadi mempengaruhi keseriusannya dalam sebuah proyek bisnis. Dia menutup map itu, menatap Reza.“Atur ulang jadwal pertemuan kita sama mereka,” ucap Dhanadoya, nadanya tegas. “Kita bahas proyek ini sampai tuntas.”Reza tersenyum, mengangguk cepat. “Siap, langsung saya urus.”Begitu Reza melangkah keluar ruangan, ekspresi tenang dan profesional yang sempat tersira
Last Updated : 2026-09-06 Read more