Audy mengerjap. “Menikah?” Satu kata itu terasa berat diucapkan, seolah lidahnya menolak percaya pada kalimatnya sendiri. Satu sudut alis Tamara terangkat saat mengamati wajah Audy yang berubah. Ada sesuatu yang menggelitik di dadanya melihat reaksi itu, rasa puas kecil yang segera dia sembunyikan di balik nada santai. “Iya, menikah.” Tamara mengulang, dia santai menyesap kopinya pelan sebelum melanjutkan. “Waktu mereka datang ke rumah minta restu, Papa cuma diam aja, gak bilang setuju atau enggak. Tapi mereka maksa dan langsung ajak Papa juga. Papa ikut nemenin, sih, walau kelihatan banget dia gak peduli Amaya nikah sama siapa.” Mata Tamara terus mengamati ekspresi wajah Audy. Satu sudut bibirnya terangkat tipis. Lalu, dia bicara lagi. “Amaya ‘kan memang begitu. Papa saja sudah nyerah kok ngadepin dia. Makanya, kemarin waktu mereka datang dan mendadak minta menikah, ya sudah, Papa setujui saja, daripada Amaya bikin masalah.” Audy diam. Dia menatap Tamara, tapi pikirannya s
Last Updated : 2026-08-21 Read more