Napas Amaya tertahan seketika. Suara bariton yang amat familier itu rasanya terdengar begitu dekat di balik punggungnya. Dengan gerakan kaku, Amaya memutar tubuhnya. Di hadapannya, Dhanadoya berdiri dengan kaus santai dan rambut yang masih acak-acakan, khas orang yang baru bangun tidur, tapi belum pernah Amaya lihat sebelumnya! Justru karena penampilan kasual seperti ini, aura tampannya meningkat berkali-kali lipat! “D-Dhana?” Amaya memaksakan senyum canggung, mencoba mencairkan atmosfer yang tiba-tiba kaku karena kehadiran Tuan Muda di dapur. “Kenapa sudah bangun? Tadi masih tidur…?” “Aku terbangun karena tidak melihat istriku di sampingku,” balas Dhanadoya santai. Suaranya terdengar begitu tenang dan hangat, saking tenangnya membuat Amaya benar-benar lupa bernapas dan tersentak pelan. Oh, benar. Di rumah ini, mereka harus berakting sebagai pasangan suami-istri yang saling mencintai. “O-oh… kamu mau sarapan apa?” Amaya buru-buru menguasai diri, menenangkan dadanya yang terus b
Terakhir Diperbarui : 2026-08-14 Baca selengkapnya